Pegiat Antikorupsi Minta APH Endus Proyek Proteksi Sungai Mancani Palopo, Dianggarkan Rp 5 Miliar, Baru Setahun Ambruk

0
147

MAKASSAR — Pegiat antikorupsi Sulawesi Selatan menyoroti kerusakan pembangunan proteksi sungai Mancani, Kota Palopo. Baru setahun dibangun, saluran sungai tersebut sudah rusak. Proyek ini berasal dari satuan kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Kepada celebesnews.co.id, aktivis dan pegiat antikorupsi, Mulyadi SH meminta kontraktor pelaksana tidak tutup mata agar segera memperbaiki kerusakan saluran sungai tersebut. “Kontraktor jangan tutup mata dan mau enaknya saja. Kemana anggaran pemeliharaan 5 persen. Jangan dibiarkan kerusakan itu begitu saja. Baru satu tahun selesai dikerjakan sudah ambruk pada beberapa bagian,”ujarnya.

Proyek tersebut diperkiran baru provisional hand over (PHO) pada akhir tahun 2022 lalu. Namun, baru setahun, irigasi tersebut sudah rusak parah dan tidak diperbaiki lagi oleh kontraktor. Padahal pembangunannya menghabiskan anggaran hingga Rp 5 miliar lebih.

Menurut Mulyadi, proyek dengan alokasi anggaran yang besar tersebut mestinya kualitasnya bagus. Namun, fakta yang terjadi justru berbanding terbalik. Proyek tersebut berkualitas buruk. “Kami minta APH turun langsung ke lapangan melihat masalah proyek ini. Jangan dibiarkan lah rekanan masa bodoh dengan hasil pekerjaannya. Harus diusut ini,” tegasnya.

Lanjut disampaikan Mulyadi, salah satu penyebab utama masalah pembangunan proyek ini karena diduga tidak optimalnya peran konsultan pengawas proyek dan kontraktor. “Nah, mereka ini perlu diperiksa oleh Kejaksaan maupun kepolisian. Ada apa proyek baru setahun gagal konstruksi,”tandasnya.

Persoalan lainnya adalah ada dugaan ketidaksesuaian antara perencanaan awal dengan pengerjaan di lokasi, sehingga irigasinya rusak. Padahal menelan anggaran yang sangat besar. Oleh karena itu, perlu ada evaluasi menyeluruh untuk proyek proteksi sungai Mancani ini. Kontraktor dan PPK serta konsultan proyek harus bertanggung jawab atas rusaknya irigasi ini.

Sementara itu, dihubungi terpisah melalui pesanWhasAAp, kontraktor proyek ini dari perusahaan PT Jipang Raya Bumi Palem Makassar, Sudarmono Palo tidak memberikan tanggapan. Pesan WA yang dikirim centang dua, namun tidak tanda biru sebagai pesan terbaca. (cn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here