Elektabilitas Anies-AHY Turun dan Ganjar-Erick Naik, Menurut Hasil Survei Indikator Politik

3
854

JAKARTA — Lembaga Indikator Politik Indonesia (IPI) merilis hasil survei terbaru mereka tentang elektabilitas pasangan bakal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada pemilu 2024.

Dalam simulasi tiga pasangan capres-cawapres itu, duet Ganjar Pranowo dan Erick Thohir menduduki peringkat teratas. Jika elektabilitas bakal capres naik, menurut Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, tingkat elektabilitas yang dipasangkan dengan capresnya juga ikut naik, termasuk Ganjar-Erick.

“Ketika elektabilitas Ganjar naik di bulan Desember 2022 naik, maka itu elektabilitas pasangan Ganjar-Erick juga naik. Begitu juga jika Ganjar dipasangkan sama yang lain,” kata Burhan dalam pemaparan hasil survei lembaganya yang disampaikan secara daring, Rabu, 4 Januari 2023.

Survei itu diselenggarakan pada periode 1-6 Desember 2022 dengan total 1.220 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka langsung. Margin of error survei ini sekitar kurang lebih 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hal yang sama juga berdampak pada simulasi pasangan Anies Baswedan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). “Elektabilitas Anies turun di bulan Desember; pasangan Anies-AHY juga turun,” kata Burhan.

Dalam survei yang sama dengan simulasi figur potensial calon presiden (capres) dengan tiga nama, yaitu Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan, nama yang disebut pertama elektabilitasnya tertinggi. Elektabilitas Ganjar menduduki posisi teratas dengan perolehan hasil survei mencapai 35,8 persen, kata Burhanuddin Muhtadi. Sedangkan Anies Baswedan menempati posisi kedua dengan perolehan hasil survei sebesar 28,3 persen dan disusul Prabowo Subianto dengan perolehan hasil survei 26,7 persen.

“Tiga nama besar, masing-masing tidak terpaut jauh. Ganjar teratas 35,8 persen, Anies 28,3 persen, Prabowo 26,7 persen, dan sekitar 9,2 persen belum menunjukkan pilihan,” kata Burhan. Selain itu, dibandingkan pada November 2022, elektabilitas Ganjar naik yang mulanya dari 33,9 persen menjadi 35,8 persen pada Desember. Prabowo Subianto, pada November, elektabilitasnya 23,9 persen naik menjadi 26,7 persen. Sedangkan Anies anjlok dari November 2022 sebesar 32,2 persen turun menjadi 28,3 persen.

“Kita bisa simpulkan di sini, ketika approval Presiden Jokowi naik di bulan Desember itu yang meningkat elektabilitasnya Ganjar dan Prabowo, dan yang turun elektabilitasnya Anies,” katanya. (viva)

 

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here