Kejari Luwu Ditantang Usut Dua Proyek Broncaptering yang Diduga Mubazir di Suli Barat

0
139

MAKASSAR — Aktivis Lembaga Anti Korupsi Sulawesi Selatan menantang Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Luwu mengusut proyek Broncaptering di Desa Kaladi Darussalam dan di Desa Muhajirin Kecamatan Suli Barat yang diduga mubazir.

Aktivis Hukum dan antikorupsi, Mulyadi SH kepada media ini, Jumat (16/6/2023) mengatakan, Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Pekerjaan umum dan penataan ruang telah menggelontorkan anggaran melalui dua paket pekerjaan tersebut hingga ratusan juta rupiah pada tahun 2022 lalu.

“Dari hasil analisasi dan asumsi kami, kedua pelaksaan paket proyek tersebut diduga tidak ada manfaatnya untuk masyarakat di Suli Barat, sehingga kami menantang Kejari Kabupaten Luwu mengusut kedua proyek yang menghabiskan uang negara ratusan juta ini, kalau tidak segera diusut maka kinerja Kejari Luwu layak dipertanyakan,” tegas Mulyadi.

Broncaptering atau SPAM yang dibangun di kedua desa ini memang diharapkan bisa membatu warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Namun, kenyataannya proyek tersebut hingga kini tak bisa dinikmati warga khususnya yang di kedua desa tersebut sebagai penerima manfaat.

Tidak berfungsinya proyek tersebut juga dibenarkan oleh warga sekitar yang berada di dekat bangunan bak penampungan air yang hingga kini tidak jalan atau tidak dinikmati warga. “Proyek tersebut terkesan mubazir.
Pasalnya, sampai saat ini diduga tak kunjung dinikmati oleh warga,”tuturnya.

Proyek ini ini sudah sekitar satu tahun selesai dibangun, harus bisa difungsikan agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Jangan sampai terkesan mubazir, ataukah proyek ini sengaja dibangun untuk membuang-buang anggaran saja, pungkasnya.

Terpisah PPK proyek ini, Dany dari Dinas PUPR Kabupaten Luwu yang dikonfirmasi oleh celebesnews.co.id mengungkapkan proyek tersebut merupakan proyek konsolidasi dengan dua lokasi pekerjaan. Nilai anggaran Rp 256.850.000 untuk proyek di Desa Kaladi Darussalam termasuk PPN.

“Mengenai yang dianggap tidak berfungsi dan mubazir menurut kami kurang tepat karena sarana terbangun sudah dimanfaatkan masyarakat setempat,”ujarnya singkat. (cn)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here