Terdampak Musim Kemarau, Pimpinan dan Pegawai PLN Sulselrabar Gelar Salat Istisqa Minta Hujan Turun

0
58

MAKASSAR — Kemarau berkepanjangan disertai El Nino masih melanda Indonesia. Berdampak pada sistem kelistrikan PLN UID Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (Sulselrabar).

Pasalnya, beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) kekurangan air. Sementara pasokan listrik di Sulselrabar banyak disumbang oleh PLTA dan PLTMH.

Akibatnya pemadaman kerap dilakukan. Tiap harinya bisa berlangsung hingga 12 jam.

General Manager PLN Sulselrabar, Moch. Andy Adchaminoerdin mengatakan pihaknya terus berupaya maksimal untuk meminimalisir pemadaman. Salah satunya dengan upa modifikasi cuaca.

Teranyar, PLN Sulselrabar melakukan salat Istisqa. Meminta agar hujan diturunkan.

Salat ini diikuti sejumlah 150-an pegawai PLN di Kota Makassar, pada Jumat (22/9). Harapannya, hujan bisa turun di beberapa lokasi utamanya PLTA dan PLTMH. Sehingga ada peningkatan debit air.

“Kegiatan ini adalah ikhtiar dan munajat kepada Yang Maha Kuasa, InsyaAllah kami tetap berupaya maksimal dan mohon doanya kepada masyarakat semua,” kata Andy, dikutip Sabtu (23/9/2023).

Sementara itu, dilansir dari bmkg.go.id, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak kemarau akan terjadi di akhir September 2023 dan akan lebih kering dari normalnya dan juga lebih kering dari tiga tahun sebelumnya di beberapa daerah termasuk Sulawesi. (fjr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here