Pemerhati Minta APH Telisik Kontrak Kerjasama PT BIG-PLN Sulselrabar, Gaji Security Timpang, Disorot !!!

0
213

MAKASSAR — Pemerhati kebijkan public merespon gaji tenaga outsouring security PT PLN Wilayah Sulselrabar secara serius. Muncul desakan agar Aparat Penegak Hukum (APH) menelisik gaji para security di Kantor PLN untuk memastikan ada atau tidaknya dugaan perbuatan melawan hukum yang terjadi.

Salah satu Pemerhati kebijkan public, Mulyadi SH kepada celebesnews.co.id pada, Jumat (20/5/2023) kembali mengungkapkan, gaji para tenaga security yang diduga tebang pilih mesti menarik atensi APH dan pihak terkait.

“Negara tidak boleh gagal dalam memenuhi hak-hak asasi yang dimaksud, tak terkecuali HAM dibidang ekonomi. Nah, gaji sejumlah security oleh perusahaan outsoursing diduga tidak transparan dan harus diusut, ada apa kok gaji mereka beda-beda di kantor PLN di rayon utara dan selatan Makassar,”tandasnya.

Tidak hanya itu, Mulyadi mengatakan, keberadaan perusahaan outsourcing sebagai penyedia jasa tenaga sucurity di kantor PLN mesti patuh pada kontrak kerjasama dengan perusahaan PLN. “Tidak boleh mereka menggaji jasa tenaga kerja sesuai kemauan mereka sendiri, disitu ada aturan termasuk undang-undang ketenagakerjaan yang mesti dipatuhi. Kok gaji mereka beda-beda, apa indikatornya sampai gaji security di PLN Rayon utara dan selatan berbeda,”ujarnya.

Karena itu, APH diminta masuk mengusut dan menelisik kontrak perusahaan penyalur tenaga security dan PLN Wilayah Sulselrabar agar para security ini bisa mendapatkan hak-hak mereka secara merata. “Pada persoalan ini sekali lagi kami tegaskan, tidak mungkin para security ini berani bicara dan melakukan protes terhadap gaji mereka. Cuman, diharapkan ada transparansi agar tidak timbul kesan pilih kasih atau tebang pilih,”tuturnya.

Diketahui perusahaan penyalur tenaga outsourcing security pada Kantor PLN Wilayah Sulselrabar dalam beberapa tahun terakhir ditangani oleh perusahaan PT BIG.

Terpisah, pihak perusahaan PT BIG berusaha dikonfirmasi oleh celebesnews melalui surat permintaan konfirmasi sejak dua pekan lalu hingga berita ini diturunkan tidak memberikan tanggapan dan jawaban. (cn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here