Kini, Giliran Ormas HS Bodyguard Minta Kejati Endus Proyek Pembangunan Gedung Parkir RSUD Labuang Baji Makassar

0
286

MAKASSAR — Desakan sejumlah aktivis dan pegiat antikorupsi untuk mengusut proyek pembangunan gedung parkir RSUD Labuang Baji Makassar terus menjadi perhatian dan sorotan. Kini, giliran Ormas HS Bodyguard ikut bereaksi meminta kejaksaan tinggi Sulawesi Selatan mengendus dugaan unsur pidana proyek dengan anggaran Rp 18 miliar tersebut yang dikerjakan pada tahun 2022.

“Kami harapkan Kejaksaan Tinggi tindaklanjuti dengan proses penyelidikan di lapangan untuk mencari dugaan unsur tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan gedung parkir rumah sakit milik Pemprov tersebut” kata umum HS Bodyguard, H.Haluddin kepada celebesnews.co.id pada, Selasa (9/5/2023).

Ia mengungkapkan, desakan untuk mengusut proyek gedung parkir tersebut menyusul adanya dugaan kualitas dan mutu pekerjaan bangunan yang patut dipertanyakan.

Dikatakannya, walaupun sejauh ini, belum ada penyampaian secara resmi temuan potensi kerugian negara dalam pelaksaan proyek tersebut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), namun mutu dan kualitas pekerjaan pada beberapa titik patut dipertanyakan. “Justru dengan masuknya kejaksaan mengusut proyek ini akan menjadi lebih jelas dan terang menderang apakah terdapat dugaan perbuatan melawan hukum dan potensi kerugian negara atau tidak, kami berharap kejaksaan tinggi masuk mengusut proyek ini,”tuturnya.

Ia mengatakan, dengan masuknya kejaksaan melakukan proses penyelidikan pada proyek ini bukan tidak mungkin akan ada temuan-temuan lain. Sebagai langkah awal bisa saja dengan melakukan pengumpulan alat bukti serta mencari siapa yang mesti dimintai pertanggungjawaban dalam proyek tersebut.

Selanjutnya, apakah proyek ini sudah dikerjakan sesuai dengan kontrak sehingga tidak muncul indikasi kerugian keuangan negara. “Kami harapkan proyek menjadi atensi Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan,”ucapnya.

Terpisah, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan RSUD Labuang Baji, Muhammad Taufiq, SKM menjelaskan berdasarkan serah terima pertama (PHO) pekerjaan pada tanggal 30-12-2022 pejabat pembuat komitmen dibantu konsultan pengawas telah melakukan pemeriksaan terhadap hasil pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam kontrak.

Selanjutnya pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada angka 1 meliputi kesesuaian volume dan spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak.

Serta pembangunan lanjutan gedung parkir saat ini masih dalam tahap pemeliharaan oleh penyedia, oleh karena itu apabila terdapat kerusakan pada bangunan gedung berdasarkan penilaian PPK/Konsultan pengawas maka PPK memerintahkan kepada penyedia untuk memperbaiki atau mengembalikan kondisi seperti pada saat penyerahan pertama hasil pekerjaan.

Berdasarkan berita acara hasil perhitungan pengujian oleh Badan Pemeriksa Keuangan pada tanggal 4 Mei 2023 dimana semua hasil perhitungan plat, plat jembatan dan pengujian UPV semua hasil perhitungan sesuai dengan kontrak dan addendumnya. (cn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here