MAKASSAR — Sorotan tajam kini tertuju pada Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan. Publik mendesak aparat kepolisian segera memeriksa Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan beserta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Smart Controlling System, menyusul temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mencermati ketidakwajaran besar dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Berdasarkan hasil audit BPK tahun 2024, terungkap adanya pembayaran atas item pemeliharaan sebesar 1,2 miliar rupiah lebih yang tidak didukung dengan bukti pelaksanaan pekerjaan. Artinya, dana telah dicairkan dan dibayarkan, namun tidak ada pembuktian nyata bahwa pekerjaan tersebut benar-benar dilaksanakan sesuai ketentuan. Temuan ini dinilai sangat mencurigakan dan berpotensi besar merugikan keuangan negara.
Menyikapi hal tersebut, para pegiat anti-korupsi menegaskan bahwa temuan BPK tersebut bukan sekadar kekuranglengkapan administrasi, melainkan sudah mengarah ke dugaan penyalahgunaan wewenang dan penyimpangan anggaran yang patut diselidiki secara hukum.
“Kalau sudah ada pembayaran miliaran rupiah tanpa bukti pelaksanaan, itu sudah bukan hal biasa lagi. Ada yang harus dijelaskan. Ke mana perginya uang itu? Siapa yang memerintahkan pembayaran? Siapa yang menerimanya?” tegas aktivis antikorupsi, Mulyadi SH kepada Celebesnews pada, Selasa (11/8/2026).
Oleh karena itu, Polda Sulsel melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) didesak segera mengambil alih kasus ini, memeriksa pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab — termasuk Kepala Dinas Pendidikan Sulsel selaku penanggung jawab anggaran dan PPK yang menandatangani pembayaran — serta menelusuri jejak aliran dana yang tidak memiliki bukti pertanggungjawaban tersebut.
Publik juga menuntut agar penyelidikan dilakukan secara transparan dan menyeluruh, tidak ada yang ditutup-tutupi. Apabila terbukti ada unsur pidana, maka pelaku harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan kerugian negara wajib dikembalikan seutuhnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel dan pejabat pembuat komitmen (PPK) Smart Controlling System yang berusaha dikonfirmasi oleh Celebesnews melalui surat permintaan konfirmasi tak memberikan tanggapan serta jawaban. ( Liputan Khusus : Redaksi Celebesnews )
