MAKASSAR — Pengamat Keuangan dan Kebijakan Public menggaungkan kritik terhadap anggaran belanja pengadaan layanan internet di Politeknik Pelayaran Barombong Kota Makassar yang dinilai fantastis tahun 2025 ini.
Pengamat Keuangan dan Kebijakan Public, Ibnu kepada Celebesnews pada, Sabtu (27/9/2025) mendorong Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel membidik proyek tersebut dan segera melayangkan surat panggilan pemeriksaan kepada pejabat pengadaan serta Direktur Politeknik Pelayaran Barombong selaku pengguna anggaran.
“Kami berpendapat perlu ada penyelidikan segera atas anggaran belanja layanan internet di Kampus Pelayaran Barombong ini,”tegasnya.
Pengamat sekaligus aktivis antikorupsi ini menyoroti pos anggaran yang dianggap janggal.
Paling mencolok, alokasi anggaran pengadaan layanan internet untuk Kebutuhan Peserta Diklat 2025 senilai Rp 1,2 miliar kemudian pengadaan Internet Perkantoran 2025 di Kampus Politeknk Pelayaran Barobong senilai Rp 450.000.000 berdasarkan tampilan pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP Politeknik Pelayaran Barombong 2025.
“Kami mendorong ada Langkah hukum dan proses penyelidikan yang dilakukan oleh kejaksaan untuk mendalami anggaran belanja pengadaan layanan internet tersebut,”tandasnya.
Terpisah, Direktur Poltekpel Barombong yang berusaha dikonfirmasi oleh Celebesnews melalui surat permintaan konfirmasi terkait belanja jasa internet tersebut hingga berita ini diturunkan masih tak memberikan tanggapan serta jawaban. ( Liputan : Redaksi_Celebesnews )
