Aktivis Lingkungan Desak Polisi Seret Pelaku Tambang Pasir Ilegal Di Desa Welado Kabupaten Bone

0
122

MAKASSAR — Aktivis lingkungan hidup meminta aparat penegak hukum tidak ragu menyeret semua pihak pelaku tambang pasir ilegal di Desa Welado Kabupaten Bone. Termasuk bila keberadaan tambang pasir ilegal tersebut melibatkan oknum pemerintah desa setempat.

“Kami minta kepolisian dan kejaksaan tidak ragu menyeret siapa pun pelaku tambang pasir ilegal di Desa Welado Kabupaten Bone, termasuk bila terhadap oknum pemerintah desa yang disinyalir ikut membekingi keberadaan tambang pasir ilegal itu,”tegas Yusran, salah satu aktivis lingkungan kepada celebesnews.co.id pada, Minggu (26/5/2024) di Makassar.

Pelaku penambangan liar, kata dia, wajib bertangung jawab atas kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.

Kepolisian, katanya, tidak cukup sekadar menghentikan aktivitasnya, melainkan harus ada sanksi hukum terhadap pelakunya, kawasan sungai yang menjadi aktivitas tambang pasir ilegal tersebut dapat memicu persoalan lingkungan.

Terlebih lagi, kata dia, di dalam Undang-Undang nomor 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu bara dan UU nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup jelas pula sanksi pidana dan dendanya.

Oleh karena itu, kata dia, perlu dijaga kelestarian lingkungan termasuk kawasan sungai yang ada di Desa Welado Kabupaten Bone.

“Kami menduga, pemerintah setempat sengaja menutup mata sehingga wilayah tersebut dibiarkan menjadi bancakan tambang pasir ilegal yang dipastikan akan berdampak bagi kelangsungan hidup masyarakat nantinya,” ujarnya.

Yusran menambahkan, apabila tidak segera ditangani, dia khawatir, kerusakan yang akan terjadi justru berdampak luas dan berpotensi menimbulkan bencana alam sehingga mengganggu stabilitas ekosistem yang ada di wilayah tersebut.

“Kami minta polisi menghentikan aktivitas tambang pasir ilegal di Desa Welado Kabupaten Bone, atau masalah ini akan memicu dampak lingkungan yang akan berimbas pada masyarakat,”tandasnya. (cn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here