Mana Urus, Taman Kota Sinjai Tidak Terurus

0
193

SINJAI — Keberadaan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan dapat menjadi salah satu sarana dalam membentuk interaksi sosial masyarakat perkotaan.

Proporsi RTH pada kawasan perkotaan minimal sebesar 30% yang terdiri atas 20% ruang terbuka hijau publik dan 10% terdiri atas ruang terbuka hijau privat.

Salah satu bentuk ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan adalah taman kota.

Taman kota merupakan salah satu kebutuhan vital yang harus terpenuhi di kawasan perkotaan.

Tujuan diselenggarakan taman kota adalah untuk kelestarian, keserasian, dan keseimbangan ekosistem perkotaan yang meliputi unsur lingkungan, sosial, dan budaya. Taman kota memiliki fungsi ekologis dan sosialis yang cukup tinggi, dimana keberadaan taman kota dapat membantu mereduksi polusi udara yang ada di kota serta dapat digunakan sebagai wadah dalam menciptakan interaksi sosial hingga membentuk budaya sehat bagi masyarakat perkotaan.

Secara ekologis, setiap satu hektar daun hijau yang ada di taman dapat menyerap delapan kilogram CO2 yang setara dengan CO2 yang diembuskan oleh sekitar 200 orang dalam waktu yang sama. Hal tersebut tentu dapat meminimalisir risiko adanya berbagai gangguan kesehatan masyarakat perkotaan.

Kemudian, dengan adanya taman kota, dapat digunakan sebagai area untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan beraktivitas seperti olah raga, rekreasi, dan lain sebagainya yang pada akhirnya dapat mengarahkan masyarakat menuju pola hidup yang sehat.

Namun berbeda dengan taman kota di Kabupaten Sinjai yang terletak di perempatan jalan Persatuan Raya-Bayangkara.

Taman kota yang di bangun pada tahun 2018 dan menalan anggaran 1,7 milyar, nampak tidak terpelihara.

Beberapa fasilitas nampak dibiarkan usang, semisal lampu taman, kursi, sampah dan tanaman yang sudah menjulang tinggi kian mengganggu pengunjung taman.

Seperti kata Ina, pengunjung dari Kabupaten tetangga (Bone), menurutnya, taman karampuang mempunyai lokasi yang sangat strategis, namun saja, kata ini, taman Karampuang tidak di pelihara dengan baik,

“Letak tamannya sangat bagus, karna ditengah kota Sinjai, tetapi kekurangannya masih banyak, misalnya tidak tersedianya WC, drainase yang di tumbuh rumput semak belukar, bahkan ngerinya ada ODGJ di dalam taman, ” Ujarnya, selasa, 21/11/2023.

“Jadi kesannya, taman Karampuang ini mirip hutan belantara,bukan hutan kota yah,”tambahnya.

Taman Karampuang melulu menjadi sorotan,pasalnya, selain tidak terawat, taman tersebut kerap dijadikan tempat asusila orang tidak bertanggung jawab . (Laporan : Ilman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here