Nahhhh !!! Proyek Peningkatan Jalan Kampung Lambiri Japing-Japing Selatan Kelurahan Bontolangkasa Kabupaten Pangkep Disorot, Aktivis Minta Atensi Kejaksaan

0
144
FOTO : Kondisi awal pekerjaan pembangunan peningkatan jalan kampung Lambiri Japing-Japing Selatan di Kelurahan Bontolangkasa Kabupaten Pangkep pondasi bangunan dikerjakan masih tergenangi air.

 

MAKASSAR — Duh, kegiatan pekerjaan pembangunan lanjutan jalan kampung Lambiri Japing-Japing Selatan di Kelurahan Bontolangkasa Kabupaten Pangkep mulai memantik reaksi aktivis dan pegiat antikorupsi. Proyek ini diduga kuat asal dikerja. Dimana pekerjaan ini terindikasi tidak sesuai dengan spek teknis dan kontrak. Hal ini kemudian menjadi sorotan dan kritikan keras dari pegiat antikorupsi.

Salah satu aktivis LSM antikorupsi Sulawesi Selatan, Mulyadi SH kepada celebesnews.co.id pada Minggu (28/5/2023) mulai meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dari Kejaksaan maupun kepolisian turun mengawasi dan memantau langsung pelaksanaan proyek peningkatan jalan tersebut sehingga anggaran negara tidak terpakai sia-sia pada pelaksanaan proyek ini.

Lebih lanjut disampaikan Mulyadi, demikian pula peran serta masyarakat dalam ikut mengawasi pelaksanaan proyek tersebut patut hadir sehingga pihak pelaksana bisa bekerja dengan benar. “Dasar aturannya kan ada, tentang partisipasi masyarakat dalam ikut melakukan pengawasan untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi. Sekarang serba terbuka, karena itu pihak pelaksana juga jangan macam-macam keluar dari kontrak dan rancangan anggaran belanja, hati-hati ki bisa terjerat kasus tindak pidana korupsi kalau pekerjaan ini tidak sesuai kontrak dan rancangan anggaran belanja tersebut,” katanya.

Proyek peningkatan jalan ini disoroti oleh pegiat antikorupsi lantaran mutu dan kualitas pekerjaan tersebut patut dipertanyakan. Salah satunya, terkait adukan semen yang terlihat pucat dan keropos yang terletak pada bagian pondasi pekerjaan.

Demikian pula dari sisi konstruksi, pada item pemasangan batu terlihat tidak adanya galian pondasi sebagai penguat dasar bangunan, hal ini dinilai bisa menurunkan mutu dan kualitas sebuah bangunan.

Selain itu, pekerjaan diduga tidak sesuai spesifikasi, tidak dilakukan penggalian pondasi awal, yang bisa mengurangi volume suatu bangunan serta diduga menggunakan pasir kualitas dibawah standar. Justru lebih diperparah proses pengerjaan semenisasi pondasi bangunan tersebut dikerjakan masih tergenangi air.

“Nah, kalau pekerjaan proyek pekerjaan peningkatan jalan ini tidak diawasi dengan baik dan benar oleh semua pihak, diduga kuat akan mempengaruhi kualitas pekerjaan. Artinya, akan turut pula berpengaruh pada usia proyek ini bisa dinikmati oleh masyakat sampai seberapa lama,”tuturnya.

Mulyadi menambahkan, kalau pun saat ini belum terjadi potensi kerugian negara karena masih dalam tahap proses pelaksaan pekerjaan. Mestinya, bisa diawasi agar mutu dan kualitas pekerjaan bisa dijaga dengan baik.

“Harapan kami Kejaksaan maupun kepolisian turun memantau pelaksanaan proyek tersebut. Terkait pekerjaan ini yang diduga dan terkesan asal dikerja bila berpotensi merugikan pemerintah, penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan dan kepolisian harus bertindak tegas jika sudah ada hal yang menyimpang dalam penggunaan Uang Negara,”tandasnya.

Terpisah, Lurah Bontolangkasa di Kabupaten Pangkep berusaha dikonfirmasi oleh celebesnews melalui surat permintaan konfirmasi terkait pelaksanaan proyek peningkatan jalan tersebut hingga berita ini diturunkan tidak memberikan tanggapan dan jawaban.

Demikian pula Ketua Pokmas Kelurahan Bontongkasa, diduga sebagai pelaksana proyek tersebut berusaha dikonfirmasi oleh celebesnews melalui surat permintaan konfirmasi dan klarifikasi hingga berita diturunkan tidak memberikan respon dan jawaban. (cn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here