Olaahhh…. Investasi Nikel China di Konawe Sulawesi Tenggara Rusakkan Alam Ketimbang Sejahter Rakyat

0
188
FOTO : Sosiolog politik Musni Umar, mengatakan bahwa Anies harus memilih pendamping sebagai cawapres dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), bila ingin mengunci kemenangan. (Foto: Inilah.com/Reyhaanah)

 

Sosiolog Musni Umar membeberkan keberadaan tambang nikel di Konawe, Sulawesi Tenggara tak memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat. Justru kerusakan alam dan warga Konawe tetap saja duafa alias miskin.

Dikutip dari akun twitter @musniumar, Jakarta, Sabtu (1/4/2023), mantan rektor Universitas Ibnu Khaldun itu, menuliskan betapa apesnya warga Konawe yang rumahnya dekat dengan operasional tambang nikel milik China itu. Biasanya, warga di situ hanya kebagian pahitnya. Seperti rusaknya alam, polusi yang mengancam kesehatan serta kerusakan lingkungan.

“Konawe Sulawesi Tenggara kampung halaman saya. Warga di sekitar pabrik (tambang nikel) terkena dampak luar biasa. Sebagai akademisi dan sosiolog, tidak ada pilihan saya harus sampaikan fakta setelah melihat langsung. Perusahaan harus dikontrol dan setiap tahun wajaib memberikan CSR kepada warga,” ungkapnya.

Selanjutnya dia menyebut salah satu contoh investasi nikel asal China yang merugikan masyatrakat setempat. Sebut saja PT Virtu Dragon Nickel Industry (VDNI), pabrik nikel asal China, keberadaannya tak memberikan dampak positif yang signifikasn terhadap kehidupan bermasyarakat di Indonesia.

“Ini pabrik PT Virtu Dragon milik China beroperasi di Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara yang mengeluarkan polusi luar biasa. Tidak boleh masuk ke lingkungan pabrik meskipun pejabat. Tak ubahnya negara dalam negara. Lingkungannya rumah warga yang berdagang dan kumuh. Seharusnya, PT Virtu beri CSR kepada warga untuk bangun rumah dan lingkungan yang bersih,” cuitnya.

Ya, Musni benar. Saat ini, kerusakan alam akibat operasional tambang nikel oleh China, tak kira-kira. Gunung pun digunduli untuk diambil nikelnya di Konawe, Sulawesi Tenggara. “Kita dukung investasi yang sesuai dengan UUD 1945. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara untuk dipergunakan untuk kemakmuran rakyat. Lalu rakyat dapat apa? Saya usul rakyat di sekitar perusahaan mendapatkan CSR,” pungkasnyu. (inilah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here