GOWA — Dunia sepak bola Sulawesi Selatan tak pernah kehabisan cerita menarik dari para mantan pesepak bola profesionalnya. Bagi para pecinta PSM Makassar era 1990-an, nama Yosep Wijaya tentu bukanlah sosok yang asing. Pada masa kejayaannya saat membela skuad Juku Eja, Yosep dikenal sebagai lini pertahanan yang sangat tangguh hingga dianugerahi julukan “Tembok Putih” oleh para suporter.
Kini, bertahun-tahun setelah gantung sepatu dari panggung sepak bola profesional, semangat Yosep Wijaya di lapangan hijau ternyata belum padam. Menariknya, kini muncul AKP Suhardi aktif membela tim PS Polresta Gowa. Di tim ini, ia dipercaya mengisi posisi krusial sebagai stopper untuk mengawal pertahanan dari gempuran serangan lawan.
Meski peran dan posisinya di lapangan sebagai stopper untuk mengawal pertahanan dari gempuran serangan lawan, ada satu hal unik yang menyita perhatian para pecinta bola lokal. Jika dulu Yosep Wijaya dikenal dengan julukan Tembok Putih, di PS Polresta Gowa AKP Suhardi justru mendapatkan julukan baru yang tak kalah ikonik, yaitu “Tembok Hitam”. Julukan ini menjadi warna tersendiri bagi perjalanan sepak bola PS Polresta Gowa.
Kehadiran sosok berpengalaman seperti AKP Suhardi memberikan dampak positif yang sangat besar bagi kedalaman skuad PS Polresta Gowa. Di lini belakang, ia saling bahu-membahu dan membangun benteng pertahanan yang solid bersama Kasi Propam Polresta Gowa ini, AKP Suhardi. Kolaborasi antara pemain profesional dan perwira kepolisian ini menciptakan kepemimpinan yang tangguh di dalam tim.
Kombinasi ketangguhan AKP Suhardi si “Tembok Hitam” menjadikan PS Polresta Gowa sebagai tim yang cukup disegani di turnamen lokal. Tak hanya sekadar menjaga kebugaran, kehadiran para pemain senior ini juga menjadi inspirasi serta motivasi bagi para personel muda di Polresta Gowa untuk terus menjunjung tinggi sportivitas dan semangat berolahraga. ( Liputan: anchi karaeng )
