HomeBerita UtamaBeban Orang Tua Membengkak Tak Masuk Akal: Seragam Sekolah Negeri Makassar Capai...

Beban Orang Tua Membengkak Tak Masuk Akal: Seragam Sekolah Negeri Makassar Capai Jutaan Rupiah, APH Diminta Bidik Oknum Kepala Sekolah

MAKASSAR — Keluhan kian memuncak dari kalangan orang tua murid di Makassar terkait harga paket seragam sekolah negeri yang dipatok tak wajar, bahkan mencapai jutaan rupiah. Praktik ini dinilai membebani masyarakat secara berlebihan dan mengandung dugaan pelanggaran hukum, sehingga Aparat Penegak Hukum (APH) di desak untuk segera menelusuri dan memeriksa oknum kepala sekolah yang diduga bertanggung jawab.

Berdasarkan laporan yang diterima dari sejumlah orang tua di salah satu SMA Negeri di Makassar, pihak sekolah mewajibkan pembelian paket lengkap seragam dan atribut dengan harga mencapai Rp1,9 juta per siswa.

Padahal, jika dibeli secara mandiri di toko perlengkapan sekolah dengan kualitas bahan dan jumlah item yang sama, biaya keseluruhan hanya diperkirakan ratusan ribu rupiah. Selisih harga ini dinilai sangat mencurigakan dan tidak memiliki dasar perhitungan yang transparan.

“Kami diminta melunasi pembayaran saat daftar ulang dengan alasan keseragaman. Tidak diizinkan membeli sendiri di luar. Ini sungguh membebani, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang masih berat,” ungkap salah satu orang tua murid yang enggan disebut identitasnya kepada Celebesnews pada, Ahad (12/7/2026).

Praktik ini jelas bertentangan dengan aturan Kementerian Pendidikan yang melarang sekolah mewajibkan pembelian seragam melalui pihak tertentu, menetapkan harga secara sepihak, maupun mengambil keuntungan yang tidak wajar dari pengadaan perlengkapan sekolah.

Koordinator Koalisi aktivis antikorupsi Sulawesi Selatan, Mulyadi SH menilai kebijakan ini tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab pimpinan sekolah. “Kepala sekolah memegang kendali penuh kebijakan di satuan pendidikan. Jika terjadi pemaksaan dan harga yang tidak masuk akal seperti ini, maka oknum kepala sekolah harus menjadi sasaran utama pemeriksaan,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia meminta Kejaksaan Negeri Makassar, Dinas Pendidikan Sulsel, serta jika perlu melibatkan Inspektorat segera turun tangan.

“Kami mendesak APH untuk segera memeriksa jejak aliran dana, perjanjian kerjasama sekolah dengan penyedia seragam, serta siapa saja yang mendapatkan keuntungan dari selisih harga yang fantastis ini. Jangan biarkan sekolah menjadi ladang mencari keuntungan pribadi,” tambahnya.

Masyarakat juga menuntut jika terbukti ada pelanggaran, maka seluruh uang yang ditarik secara berlebihan harus dikembalikan kepada orang tua murid, dan oknum yang bersalah diproses sesuai hukum yang berlaku.

Sampai berita ini diturunkan, pihak sekolah terkait belum bersedia memberikan keterangan resmi. Surat permintaan konfirmasi dari Redaksi Celebesnews juga tak mendapatkan tanggapan serta jawaban. ( Liputan Khusus : Sofyan )

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments