FOTO : Eks Legislator Makassar ke Walikota, AM Riady
MAKASSAR — Suara keadilan kembali bergema! Mantan Legislator Makassar yang dikenal berani dan berintegritas, AM Riyadi, angkat bicara keras terkait penertiban atau penggusuran di kawasan PK 5 di Kota Makassar belakangan ini.
Dalam sikap yang sangat tegas namun tetap adil, AM Riady menegaskan bahwa Walikota tidak boleh bertindak semena-mena. Ia menyoroti pentingnya prosedur yang berpihak pada rakyat kecil.
Dengan lantang, AM Riady menekankan bahwa sebelum melakukan penertiban, walikota wajib mempersiapkan tempat relokasi yang layak. Warga tidak boleh kehilangan tempat mencari nafkah hanya demi kepentingan penataan.
“Prinsipnya sederhana: Kalau mau tertibkan, ya harus ada tempat pindahannya! Jangan main bubarkan atau gusur kalau belum ada kepastian tempat relokasi baru. Warga itu manusia, bukan sampah yang bisa seenaknya dibuang,” tegas AM Riyadi melalui keterangan persnya kepada Celebesnews pada, Senin (13/4/2026).
Politisi senior ini juga menyoroti istilah “bandel”. Menurutnya, warga baru bisa disebut bandel jika sudah disediakan tempat yang layak namun tetap menolak. Namun, jika relokasi saja belum ada, maka tindakan penggusuran adalah tindakan yang tidak manusiawi.
“Jangan asal tuduh warga bandel. Kalau mau mereka tertib, pemerintah juga harus tertib aturannya. Siapkan lahan, bangun tempat relokasi, baru suruh pindah. Itu baru namanya pemerintahan yang baik,” tambahnya.
Sikap berani AM Riady ini sontak mendapat apresiasi luar biasa dari warga. Ia membuktikan diri sebagai figur yang berani memberikan masukan dan kritik untuk kemajuan kota Makassar.
Kini, mata publik tertuju pada pemerintah kota. Akankah suara ini didengar, atau warga PK5 tetap akan ditertibkan tanpa diberi solusi relokasi. ( Liputan : Redaksi Celebesnews )
