MAKASSAR — Rehab total bangunan SMK Negeri 1 Makassar ikut memantik reaksi pegiat LSM. Rehab total dengan anggaran cukup fantastis bangunan rehabilitasi gedung belajar di SMK Negeri 1 Makassar tersebut dipertanyakan mutu dan kualitasnya termasuk material yang digunakan.
Oleh karena itu, LSM Pemuda Solidaritas Merah Putih memastikan akan mengawal ketat kegiatan proyek pembangunan sekolah yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan tersebut untuk memastikan uang negara tak disalah gunakan.
“Kita akan kawal ketat dan lakukan monitoring kegiatan pembangunan ruang kelas di SMK Negeri 1 Makassar ini untuk memastikan uang negara tak salah sasaran,”ungkap pegiat LSM Pemuda Solidaritas Merah Putih kepada Celebesnews pada, Selasa (13/1/2026).
Ikhsan meminta agar kontraktor pelaksana tak bermain-main dengan rehabilitasi pembangunan gedung sekolah. Karena akan dipakai untuk proses belajar mengajar. Apabila tidak dikerjakan sesuai spesifikasi, rentan runtuh, dan akan mengancam jiwa siswa yang belajar.
“Kami juga sedang mengumpulkan data, dan bukti. Apabila ada unsur penyimpangan dan korupsi, memperkaya diri sendiri, maupun orang lain dalam kegiatan ini. Tentu akan kita tindak lanjuti, dan di laporkan secara resmi kepada Kejaksaan Tinggi, maupun ke Polda Sulsel. Kami minta proyek pembangunan Gedung ruang belajar di SMK Negeri 1 Makassar ini juga diendus oleh APH untuk memastikan tak ada penyimpangan yang terjadi,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Makassar secara singkat menjelaskan terkait pemakaian material semen kemasan 40 kg pada proyek ini bukan dalam anggaran revitalisasi, tapi anggaran dana BOSP untuk perbaikan lobi dan jalanan masuk. ( Liputan : Ical )
