MAKASSAR — Anggaran 2025 yang diperuntukan rehabilitasi sarana pendidikan di SMK Negeri 1 Makassar berpotensi menjadi persoalan baru. Pasalnya diduga kuat menggunakan bahan material semen dibawah standar alias jenis semen murahan.
Dari hasil pengamatan media ini di lapangan yang dilakukan Celebesnews.co.id proyek renovasi Gedung sekolah SMK Negeri 1 Makassar bahwa semen yang digunakan menunjuk pada jenis semen yang terbilang dibawah standar yaitu Conch dengan kemasan berat 40 kg.
Jejak digital yang dikantongi Celebesnews menunjukkan banyak renovasi bangunan Gedung sekolah SMK Negeri 1 Makassar ini menggunakan semen Conch yang berada dilokasi proyek.
Nahhh…, merespon pemakaian semen dengan kemasan kecil tersebut aktivis antikorupsi Mulyadi SH kepada Celebesnews pada, Sabtu (10/1/2026) mendesak APH turun ke lapangan untuk mendalami kontrak kerja proyek tersebut apakah sesuai dengan ketentuan dalam Rancangan Anggaran Kerja (RAB).
Mulyadi mengingatkan Kementerian PUPR bahkan mematok regulasi lebih ketat. Melalui Permen PUPR Nomer 1 Tahun 2022 tepatnya pada lampiran tabel A.2.e tentang Berat Isi Semen, Abu, Aspal, Kapur Curah dan Lateks ditegaskan bahwa semen yang direkomendasi untuk kegiatan konstruksi pemerintah adalah semen dengan berat jenis 3,14 – 3,15 ton/m3.
“Jadi jangan sok bodoh dan pura-pura tidak tahu soal standar kualitas semen yang direkomemdasikan Kementerian PUPR. Sudahlah, Hati-hati dengan harga semen murah dan kemasan rendah jangan sampai tidak sesuai dalam spesifikasi dan kontrak kerja,”tandasnya.
Tidak hanya itu, Aktivis senior satu ini menegaskan bahwa selama ini banyak pihak berlindung dibalik label SNI. “Padahal SNI itu tidak tunggal, tapi ada derajat ASTM (American Standart Testing And Material). Nah SNI untuk semen adalah ASTM c 150-92. Jadi jangan asal ngomong SNI, “terangnya.
Mulyadi menegaskan dalam waktu dekat pihaknya akan mengkaji secara mendalam mengenai kontruksi teknis bangunan tersebut sehingga bisa mengambil sikap tegas.
Terpisah, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Makassar yang berusaha dikonfirmasi oleh media ini belum lama ini melalui pesat WhatsApp tak memberi respon dan tanggapan. ( Liputan : Ical )
