FOTO : Aktivis antikorupsi, Mulyadi SH
MAKASSAR — Koalisi aktivis antikorupsi Sulawesi Selatan mendesak aparat penegak hukum mengusut anggaran ‘gendut’ atau fantastis untuk biaya jasa pemeliharaan dan kebersihan Gedung Kampus Polteknik Penerbangan (Poltekbang) Makassar tahun 2025. Aktivis menyebut ada dugaan kejanggalan dan indikasi pemborasan keuangan negara dalam proyek ini.
“Kami menduga terdapat sederet kejanggalan dalam alokasi anggaran pemeliharaan dan kebersihan Gedung Kampus Polteknik Penerbangan Makassar ini. Nilainya, sampai begitu fantastis hingga miliaran rupiah ada apa,”ungkap aktivis antikorupsi, Mulyadi SH kepada celebesnews pada, Jumat (8/8/2025).
Karena itu, Mulyadi sepakat jika anggaran proyek pemeliharaan dan kebersihan ini dilaporkan ke aparat penegak hukum.
“Kita minta dilakukan audit. APH harus turun tangan memeriksa anggaran pemeliharaan dan kebersihan di Kampus Politeknik Penerbangan Makassar ini. Sebab kami menduga adanya ketidakwajaran anggaran miliaran rupiah cuma untuk kegiatan pemeliharaan dan kebersihan,” imbuhnya.
Koalisi aktivis antikorupsi Sulawesi Selatan menegaskan akan mengawal dan melakukan monitoring kegiatan pemeliharaan dan kebersihan sebesar Rp1,2 miliar di kampus penerbangan ini. Tidak hanya itu, terdapat belanja pemeliharaan lainnya yang dikemas dalam bentuk belanja pemeliharaan untuk halaman gedung dan taman sebesar Rp 950 juta, serta terpisah dengan anggaran pemeliharaan/pengecetan Gedung dan bangunan kantor kampus 1 sebesar Rp210 juta sebagaimana diperoleh berdasarkan informasi pada Portal Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Poltekbang Makassar.
Terpisah, Direktur Poltekbang Makassar yang berusaha dikonfirmasi oleh celebesnews melalui surat permintaan konfirmasi hingga berita ini diturunkan masih belum memberikan tanggapan dan jawaban. ( Liputan : Yunar )
