MAKASSAR — Buntut temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengadaan alat kedokteran dan Kesehatan (Alkes) pada Rumah Sakit dr. Hasri Ainun Habibie Parepare tahun 2022 tanpa melalui E-Katalog sehingga berpotensi melanggar aturan pengadaan barang dan jasa mulai memantik reaksi sejumlah kalangan. Salah satunya datang dari aktivis dan pegiat antikorupsi menyoroti masalah ini.
Aktivis LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Ahmad Zulkarnaen kepada celebesnews.co.id pada, Selasa (12/3/2024) meminta Aparat Penegak Hukum (APH) menindaklanjuti temuan ini dan melakukan penyelidikan.
“Nah, temuan BPK ini bisa menjadi pintu masuk APH melakukan penyelidikan dan penyidikan. Kami harapkan pengadaan Alkes ini jadi atensi kepolisian maupun kejaksaan,”ujarnya.
Dikatakannya, hasil pemeriksaan BPK itu, tidak hanya terindikasi berpotensi menimbulkan terjadinya dugaan kerugian negara, namun penyidik bisa mendalami adanya unsur dugaan perbuatan melawan dalam pengadaan Alkes ini.
“Sebetulnya temuan BPK ini sangat jelas dan tidak begitu menyulitkan penyidik mengusut. Panggil semua pihak-pihak terkait, dan silahkan mempertanggungjawabkan sesuai kapasitasnya masing-masing,”tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Hasil pemeriksaan BPK atas dokumen pertanggungjawaban belanja alat kedokteran dan kesehatan pada RS dr. Hasri Ainun Habibie diketahui terdapat pengadaan alat kedokteran dan kesehatan sebesar Rp517.464.080,00 melalui pengadaan langsung tanpa e-purchasing kepada satu penyedia yaitu PT KAS.
Hasil pemeriksaan atas dokumen pengadaan menunjukkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang disusun oleh PPTK tidak didasarkan dengan perhitungan yang memadai dan hasil survei harga ke beberapa penyedia. Selain itu, dalam HPS tersebut tidak disebutkan spesifikasi barang.
Kondisi tersebut disebabkan oleh Direktur RS dr. Hasri Ainun Habibie selaku PA kurang cermat dalam mengendalikan pelaksanaan kegiatan dan PPTK yang kurang cermat dalam menyusun HPS dan spesifikasi teknis.
Terpisah, Direktur Rumah Sakit dr. Hasri Ainun Habibie Parepare berusaha dikonfirmasi oleh celebesnews melalui surat permintaan konfirmasi sejak pekan lalu hingga berita ini diturunkan tidak memberikan tanggapan dan jawaban. (cn)
