Dianggarkan Rp3,6 M, Pegiat Antikoprusi Pertanyakan Proyek Renovasi Gedung Mess Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Type Madya Pabean 8 Makassar

0
160

MAKASSAR — Proyek pekerjaan renovasi gedung mess kantor pengawasan dan pelayanan bea dan cukai type madya pabean 8 Makassar yang dikerjakan saat ini di jl Hati Mulia Makassar dipertanyakan oleh pegiat dan aktivis antikorupsi.

Salah satunya datang dari aktivis dan pegiat antikorupsi di Makassar, Mulyadi SH kepada celebesnews.co.id pada, Senin (2/10/2023) menilai proyek tersebut patut dipertanyakan. Alasannya, pagu atau anggaran proyek senilai Rp 3,6 miliar lebih tersebut dinilai kemahalan dan berpotensi terjadinya pemborosan anggaran negara.

“Kami melihat proyek milik Bea Cukai Makassar tersebut terindikasi kemahalan dan berpotensi terjadinya pemborosan anggaran negara,”ujarnya.

Lanjut disampaikan Mulyadi, salah satu indikasi terjadinya dugaan kemahalan nilai proyek itu dari pagu anggaran yang digelontorkan oleh Bea Cukai Makassar terkait pembebasan lahan yang dilakukan diduga turut menghitung nilai bangunan yang ada diatasnya, sementara bangunan ini kemudian dibongkar usai dilakukan pembebasan untuk pembangunan renovasi gedung mess kantor pengawasan dan pelayanan bea dan cukai type madya pabean 8 Makassar.

Belum lagi, kata dia, apakah pada saat pembebasan lahan di daerah tersebut juga mengacu pada Nilai Objek Jual Tanah (NJOP). “Karena itu, proyek ini menjadi sorotan dan dipertanyakan oleh teman-teman dari pegiat dan aktivis antikorupsi di Makassar,”tuturnya.

DItambahkannya, untuk memastikan pembebasan lahan untuk pembangunan proyek mess bea cukai Makassar ini telah dilakukan sesuai prosedur dan nilai jual objek tanah di kawasan tersebut, sejumlah aktivis dan pegiat antikorupsi bakal melakukan pengumpulan data dan keterangan, serta melakukan investigasi untuk mencegah terjadinya dugaan penyimpangan yang terjadi.

“Kami akan turun ke lapangan melakukan investigasi dengan melakukan pengumpulan data dan keterangan untuk mengawal proyek ini agar tidak terjadi dugaan penyimpangan,”tandasnya.

Sebaliknya, kata Mulyadi, bila terjadi indikasi penyimpangan, para aktivis dan pegiat antikorupsi bakal mendorong hasil investigasi mereka masuk ke kejaksaan maupun kepolisian.

Terpisah, Kepala Kantor Bea dan Cukai Makassar berusaha dikonfirmasi oleh celebesnews melalui surat permintaan konfirmasi tidak memberikan tanggapan dan jawaban sampai berita ini diturunkan. (cn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here