MAKASSAR — Hasil pekerjaan proyek konstruksi atau Construction Work for Mother and Child Health Care Center Building Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo (RSWS) Makassar Financing Assistant IDN 1031 tahun 2024 jadi sorotan publik setelah audit Badan Pemeriksa Keuangan membongkar mutu dan kualitas teknis pekerjaan bermasalah pada volume.
Temuan ini memunculkan kekhawatiran bahwa pelaksanaan proyek tidak mengindahkan standar konstruksi yang semestinya, sehingga berpotensi merugikan masyarakat dan negara. “Kami minta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan segera menurunkan tim melakukan audit investigative mengusut proyek tersebut,”tegas Ketua umum Lembaga antikorupsi Celebes Corruption Watch (CCW), Masryadi kepada Celebesnews pada, Kamis (2/4/2026).
Ia mendesak Kejati Sulsel segera melakukan evaluasi dan audit menyeluruh terhadap proyek tersebut di Rumah Sakit Wahidin Makassar.
“Negara telah mengalokasikan dana publik, maka transparansi dan kualitas harus menjadi prioritas,” tegas Masryadi
Desakan ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan penggunaan dana public pada belanja di Lembaga negara.
Sorotan publik terhadap proyek ini diperkirakan akan terus bergulir, menuntut kejelasan dan pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang terlibat.
Terungkap fakta mengejutkan audit BPK membongkar kejanggalan berdasarkan pemeriksaan secara uji petik hingga berakhirnya Desember 2024 diketahui terdapat permasalahan pada proyek tersebut.
Pemeriksaan secara uji petik terdapat kekurangan Volume pada Pekerjaan Construction Work for Mother and Child Health Care Center Building RSWS Financing Assistant IDN 1031 Sebesar Rp 487.742.108,12 pada tahun 2024.
Hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan BPK bersama dengan Konsultan Pengawas Manajemen Konstruksi, dan Kontraktor Pelaksana secara uji petik atas beberapa item pekerjaan dengan melakukan pengukuran fisik pekerjaan terpasang dan penghitungan unit item barang terpasang menunjukkan bahwa terdapat kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp585.753.053,36 pada item pekerjaan infrastruktur dan arsitektur.
Hasil pemeriksaan lebih lanjut mengungkapkan bahwa pada beberapa item pekerjaan terdapat volume pekerjaan terpasang yang lebih besar dibandingkan dengan volume berdasarkan BoQ sebesar Rp98.010.945,24.
Berdasarkan temuan di atas, nilai kekurangan volume menjadi sebesar Rp487.742.108,12 (Rp585.753.053,36 – Rp98.010.945,24).
Terpisah, Direktur Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar yang berusaha dikonfirmasi oleh Celebesnews melalui surat permintaan konfirmasi hingga berita ini diturunkan masih tak memberikan tanggapan serta jawaban. ( Liputan : Sofyan )
