MAKASSAR — Pegiat LSM LIRA, Ahmad Zulkarnain menyoroti adanya dugaan kurangnya transparansi dalam pengelolaan anggaran internet di Kampus Politeknik Pelayaran Barombong Kota Makassar. Karena itu, LSM LIRA akan melaporkan persoalan ini langsung kepada Kementerian Perhubungan RI di Jakarta dan ke Polda Sulsel.
Ia mengungkapkan tingginya biaya langganan internet yang dialokasikan Kampus Politeknik Pelayaran Barombong untuk tahun anggaran 2025 ini diduga berpotensi pemborosan keuangan negara.
“Dengan anggaran sebesar Rp1,2 miliar pengadaan internet untuk kebutuhan peserta diklat tersebut kami mempertanyakan harga ini. Mengingat kemungkinan adanya opsi jaringan internet lain yang dinilai lebih ekonomis. Persoalan ini sangat problematis. Maka itu, belanja pengadaan internet di Kampus Pelayaran Barombong patut diusut tuntas,”ujar Ahmad Zulkarnain kepada Celebesnews pada, Rabu (1/10/2025).
Pada kesempatan yang sama pihak Politeknik Pelayaran Barombong tahun 2025 ini juga menganggarkan belanja internet untuk kebutuhan kantor dengan anggaran sebesar Rp 450 juta berdasarkan informasi pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP Politeknik Pelayaran Barombong 2025.
“Lantas pertanyaan mendasarnya adalah, siapa pihak yang bertanggung jawab atas penunjukan penyedia jasa ini, dan bagaimana proses pengadaan barang dan jasa tersebut dilakukan serta untuk anggaran sebesar itu berapa Mbps?,” ucap Ahmad Zulkarnain.
Sebagai bahan perbandingan, Sugeng menambahkan, dengan anggaran Rp.400.000, pihak Desa sudah dapat memperoleh kuota internet dengan kecepatan 20 Mbps dari penyedia lain.
Untuk itu, ia berharap ada proses penyelidikan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum untuk membongkar dugaan penyimpangan yang terjadi,”terangnya.
Terpisah, Direktur Poltekpel Barombong yang berusaha dikonfirmasi oleh Celebesnews melalui surat permintaan konfirmasi terkait belanja jasa internet tersebut hingga berita ini diturunkan masih tak memberikan tanggapan serta jawaban. ( Liputan : Redaksi_Celebesnews )
