HomeBerita UtamaTongkat Komando Berganti, PR Menumpuk: Menguji Ketegasan Kapolda Sulsel Irjen Awal Chairuddin

Tongkat Komando Berganti, PR Menumpuk: Menguji Ketegasan Kapolda Sulsel Irjen Awal Chairuddin

MAKASSAR — Rotasi kepemimpinan di tubuh Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan bergulir seiring resminya penunjukan Kapolda Sulsel yang baru, Irjen Pol. M. Awal Chairuddin, menggantikan pejabat sebelumnya. Kehadiran nakhoda baru ini disambut hangat oleh masyarakat, namun di saat yang sama juga diiringi tumpukan pekerjaan rumah yang belum usai dari masa kepemimpinan terdahulu. Publik berharap regenerasi ini bukan sekadar formalitas pergantian tongkat komando, melainkan awal mula lahirnya terobosan konkret untuk mengatasi berbagai dinamika keamanan dan ketertiban di wilayah Sulawesi Selatan.

Salah satu tantangan krusial yang menanti perwira tinggi tersebut adalah penanganan aksi demonstrasi yang marak terjadi di berbagai titik strategis. Kendati menyampaikan aspirasi di muka umum disahkan oleh undang-undang, intensitas demo yang sering berakhir ricuh kerap melumpuhkan urat nadi perekonomian, mengganggu lalu lintas, dan meresahkan warga sekitar.

Kapolda baru dituntut untuk menerapkan pendekatan yang adaptif, humanis, namun tetap tegas dalam menjaga koridor hukum agar kebebasan berpendapat tidak mengorbankan hak masyarakat luas atas kenyamanan.

Tantangan tak kalah berat bergeser ke sektor kejahatan siber dan penyelewengan sumber daya lokal, seperti maraknya aksi kejahatan penipuan berkedok daring atau passobis serta persoalan kelangkaan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Kejahatan passobis yang terus memakan korban hingga luar daerah menuntut tindakan hukum intensif dari akar jaringan penipunya.

Sementara itu, mafia BBM illegal yang memanfaatkan celah distribusi butuh pengawasan dan ketegangan penegakan hukum yang konsisten agar hak masyarakat bawah tidak terus terancam.

Memasuki wilayah kehidupan bermasyarakat sehari-hari, ancaman kenakalan remaja pada malam hari seperti aksi geng motor, tawuran, hingga sajam juga perlu perhatian ekstra. Situasi malam di beberapa titik Kota Makassar belakangan kerap mencekam akibat kelompok remaja yang berkeliaran dan memicu bentrokan tanpa alasan jelas.

Tindakan preventif serta patroli skala besar secara masif amat mendesak dilakukan demi mengembalikan fungsi ruang publik yang aman dan nyaman bagi seluruh lapisan warga saat beraktivitas malam.

Salah satu warga Makassar, Mulyadi kepada Celebesnews, Kamis (8/10/2026) mengungkapkan Kota Makassar sebagai pusat episentrum aktivitas Sulsel, menyimpan harapan besar agar kepemimpinan baru ini membawa angin segar dan langkah nyata. Keamanan yang substantif bukan sekadar diukur dari deretan angka statistik keberhasilan, melainkan rasa aman yang benar-benar bisa dirasakan masyarakat saat beraktivitas sehari-hari tanpa ketakutan. Ketegasan, transparansi, dan kehadiran polisi di tengah warga diharapkan mampu menjawab penantian panjang masyarakat akan kondisi ketertiban umum yang kondusif.

“Sebagai warga Kota Makassar berharap sederet tumpukan pekerjaan rumah yang belum usai dari masa kepemimpinan terdahulu agar jadi atensi Kapolda baru di Sulawesi Selatan. Warga Makassar menantikan daerah ini Kembali kondusif terutama dari kebeadaan geng motor yang belakangan mulai marak,”tandasya. ( Liputan: Anchi Karaeng )

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments