MAKASSAR – Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) mewisuda dan melepas 789 lulusan Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar Tahun 2026 pada Senin (3/8), di Lapangan Upacara Kampus Terpadu PIP Makassar. Prosesi wisuda yang dipimpin langsung oleh Kepala BPSDMP, Suharto, menjadi momentum untuk menyiapkan perwira maritim yang profesional, berkarakter, dan siap menghadapi transformasi industri pelayaran menuju sistem transportasi yang aman, modern, dan berkelanjutan.
Sebanyak 789 lulusan tersebut berasal dari Program Diploma IV, Diklat Pelaut Tingkat III Pembentukan, Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), serta Diklat Peningkatan Ahli Nautika Tingkat (ANT) dan Ahli Teknika Tingkat (ATT) I sampai dengan V. Para lulusan dinyatakan siap memasuki dunia kerja dan berkontribusi dalam mendukung pembangunan sektor transportasi nasional yang semakin kompetitif di tingkat global.
Mengusung tema “Kolaborasi Inovatif Akademisi dan Industri dalam Mengembangkan Teknologi Pelayaran”, Kepala BPSDMP menegaskan bahwa sektor transportasi, khususnya industri maritim, tengah menghadapi perubahan yang sangat cepat. Digitalisasi, Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), otomasi, keamanan siber, efisiensi energi, hingga penerapan teknologi hijau telah menjadi bagian dari transformasi industri pelayaran dunia.
Di sisi lain, meningkatnya tuntutan pengurangan emisi karbon menjadikan transportasi berkelanjutan (sustainable transport) sebagai arah pembangunan transportasi masa depan. Oleh karena itu, lulusan PIP Makassar dituntut tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, mengutamakan aspek keselamatan, serta menerapkan prinsip-prinsip transportasi berkelanjutan dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Transportasi masa depan tidak hanya harus lebih aman dan efisien. Transportasi juga harus memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Karena itu, SDM transportasi harus bisa mengikuti perkembangan teknologi, punya integritas, dan mampu menjalankan prinsip transportasi berkelanjutan untuk mendukung kemajuan sektor transportasi Indonesia,” ugkap Suharto.
Para lulusan, tambahnya, baik dari jalur Pola Pembibitan maupun jalur mandiri, diharapkan terus belajar, siap mengabdi sesuai kebutuhan bangsa, serta mampu menghadapi tantangan industri pelayaran nasional maupun internasional dengan semangat profesionalisme dan pengabdian. (*)
