FOTO : Ilustrasi
TORAJA UTARA – Proyek pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (LAPKESDA) lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Toraja Utara yang menelan anggaran mencapai Rp12 miliar tahun 2024 kini disorot tajam pasca tersandung temuan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sejumlah aktivis dari lembaga antikorupsi mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan segera turun tangan mengendus dan mendalami indikasi ketidakberesan yang terungkap.
Temuan BPK ini menjadi sinyal kuat bahwa ada hal yang tidak beres dalam pengelolaan anggaran maupun pelaksanaan proyek strategis yang seharusnya meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat Toraja Utara tersebut. Public meminta Kejati Sulsel tidak menunda lagi melakukan penelusuran menyeluruh.
“Kami mendesak Kejati Sulsel segera mengendus dan menelusuri jejak dugaan penyimpangan dalam proyek bernilai besar ini. Anggaran Rp12 miliar adalah uang negara yang sangat besar, jika ada temuan dari BPK maka harus segera ditindaklanjuti secara serius dan profesional,” tegas aktivis antikorupsi, Ikhsan kepada Celebesnews, Kamis (30/7/2026) di Makassar.
Ia meminta penyelidikan mencakup keseluruhan tahapan proyek: mulai dari perencanaan, proses pengadaan, pelaksanaan pekerjaan, hingga pertanggungjawaban keuangan. Hal ini untuk memastikan apakah ada indikasi mark-up harga, ketidaksesuaian spesifikasi teknis dengan kontrak, kelebihan pembayaran, maupun pelanggaran prosedur lain yang berpotensi merugikan keuangan negara.
“Jangan sampai temuan BPK hanya menjadi dokumen yang tersimpan rapi tanpa ada tindak lanjut hukum. Kejati harus telusuri siapa pihak yang bertanggung jawab, mulai dari pejabat pembuat komitmen, tim pengadaan, hingga rekanan pelaksana pekerjaan,” tambahnya.
Selain itu, aktivis senior satu ini juga menuntut jika nantinya terbukti ada indikasi kerugian negara, maka seluruh dana tersebut wajib dikembalikan secara utuh ke kas daerah, dan pihak-pihak yang terlibat harus diproses hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku tanpa pandang bulu.
Proyek LAPKESDA ini sangat dinantikan kehadirannya untuk mendukung pemeriksaan kesehatan yang lebih lengkap dan cepat bagi warga di wilayah pegunungan tersebut. Namun, harapan itu kini disertai tuntutan agar pelaksanaannya benar-benar bersih dari penyimpangan dan sesuai aturan.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Toraja Utara yang berusaha dikonfirmasi oleh Celebesnews melalui surat permintaan konfirmasi hingga berita ini diturunkan tak memberikan tanggapan serta jawaban. ( Liputan Khusus : Redaksi Celebesnews )
