HomeBerita UtamaTak Terima Anaknya Dikeluarkan Sepihak Dari Pesantren IMMIM, Orang Tua Santri Bakal...

Tak Terima Anaknya Dikeluarkan Sepihak Dari Pesantren IMMIM, Orang Tua Santri Bakal Seret Semua Pelaku Dugaan Pembobolan Kamar dan Pencurian ke Polisi

FOTO : Ilustrasi

MAKASSAR — Sengketa antara orang tua santri dengan pihak pengelola Pesantren IMMIM kini memasuki babak baru. Tidak lagi hanya membantah keputusan sepihak pengeluaran anaknya dari lingkungan pendidikan, orang tua santri menyatakan siap melaporkan dugaan pembobolan kamar dan pencurian barang pribadi milik seorang ustad ke kepolisian. Langkah ini diambil demi mengungkap fakta secara terang benderang dan memastikan setiap pihak yang terlibat diproses sesuai jalur hukum yang berlaku.

Keputusan ini diambil setelah pihak orang tua tidak menemukan jalan penyelesaian yang adil dari pihak kepala pesantren. Keputusan pengeluaran santri dinilai dilakukan tanpa proses klarifikasi yang layak, tanpa bukti yang kuat, dan justru menutupi temuan ganjil yang terjadi di asrama.

“Kami tidak diam saja. Kami menolak secara tegas anak kami dikeluarkan dengan tuduhan yang belum jelas buktinya. Sebaliknya, kami justru menemukan pembobolan kamar dan dugaan pencurian barang milik seorang ustad berupa handbody dilakukan oleh beberapa santri lainnya. Dan ada dugaan pencurian barang milik Ustadz serta santri lain yang tidak pernah diusut oleh pihak pesantren,” tegas pendamping orang tua santri Bernama Yoka Mayapada saat dikonfirmasi, Selasa (14/7/2024).

Pihak orang tua telah mengumpulkan sejumlah bukti pendukung catatan waktu kejadian, serta kesaksian beberapa santri yang melihat pergerakan mencurigakan. Seluruh dokumen dan bukti tersebut disiapkan lengkap untuk diserahkan ke Polda Sulsel dalam waktu dekat.

“Kami minta kasus ini diselidiki secara utuh, tidak ada yang ditutup-tutupi. Kami ingin terang benderang siapa pelakunya, dan semua pihak yang terbukti terlibat baik dalam pembobolan maupun pencurian, serta yang berusaha menutupi kebenaran, harus diproses hukum. Jangan sampai kesalahan orang lain justru dibebankan kepada anak kami,” kata orang tua santri yang dikeluarkan.

Belum lagi, orang tua santri menyatakan telah melunasi biaya pendidikan yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah sebagai persiapan putranya melanjutkan pendidikan hingga jenjang SMA di IMMIM Putra. Dengan adanya keputusan tersebut, mereka mengaku mengalami kerugian, baik secara finansial maupun psikologis.

Sebelumnya, pada, Senin (13/7/2026) sejumlah media berusaha menghubungi Ustaz Nur Ahmad Syahid melalui aplikasi WhatsApp dan menyampaikan rencana kedatangan sekitar pukul 09.30 WITA. Setibanya di pesantren, para media juga mengisi buku tamu sebagai bagian dari prosedur kunjungan resmi dalam pelaksanaan tugas jurnalistik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Namun, saat berada di ruang tamu pesantren, sejumlah jurnalis justru ditemui oleh Wakil Direktur yang mengaku bernama Mursid. Sebelum proses wawancara berlangsung, seluruhnya diminta memperlihatkan kartu identitas media masing-masing.

Mursid juga mengaku dirinya pernah di pedoman rakyat dan diarahkan untuk menemui para jurnalis, Meski telah menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan untuk melakukan konfirmasi, proses wawancara tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Diskusi bahkan sempat diwarnai adu argumen di ruang tamu pesantren.

Hingga berita ini di terbitkan para media yang sebelumnya berusaha melakukan upaya konfirmasi langsung ke Pesantren IMMIM di Kawasan Moncongloe Maros belum berhasil memperoleh keterangan langsung dari Ustaz Nur Ahmad Syahid karena seluruh komunikasi dialihkan melalui Wakil Direktur. (Liputan : Sofyan )

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments