PANGKEP — Kondisi rusak parah yang menimpa ruas jalan di sekitar kawasan industri Semen Tonasa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, kini menjadi keluhan utama warga yang bermukim di lingkar terdekat atau yang biasa disebut warga Ring 1. Lubang-lubang besar dan dalam yang menghampar di sepanjang jalan tersebut dinilai sangat berpotensi membahayakan keselamatan setiap pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan tidak hanya terjadi di satu titik, namun tersebar di beberapa akses utama yang menjadi jalur lalu lintas kendaraan operasional perusahaan sekaligus jalan penghubung warga ke pusat pemukiman. Bahaya semakin meningkat saat cuaca hujan, di mana genangan air menutupi lubang sehingga sulit terlihat, memicu risiko kecelakaan tergelincir atau terjatuh yang telah beberapa kali terjadi.
Melihat kondisi yang kian memprihatinkan ini, LBH Tombak Keadilan Pangkep dan warga sekitar mengeluarkan suara tegas dan meminta agar Direktur Utama Semen Tonasa beserta jajarannya tidak lagi menutup mata atau menganggap remeh persoalan ini. Bagi warga, kelayakan jalan di kawasan tersebut merupakan tanggung jawab bersama yang juga menjadi perhatian utama perusahaan mengingat intensitas kendaraan berat yang melintas setiap harinya.
“Kami meminta Bapak Direktur Utama dan seluruh pimpinan jangan tutup mata melihat apa yang dialami sehari-hari oleh warga. Jalan ini rusak parah, banyak lubang, kondisi ini berpotensi membahayakan pengguna jalan. Ini bukan sekadar masalah kenyamanan, tapi soal keselamatan nyawa pengguna jalan,” ungkap Ketua Humas LBH Tombak Keadilan Pangkep, Syahrul kepada Celebesnews pada, Rabu (3/6/2026).
Ia juga menegaskan bahwa keluhan ini telah disampaikan berkali-kali warga, namun perbaikan yang menyeluruh belum terlihat tanda-tandanya. Mereka berharap manajemen Semen Tonasa segera merespons dengan tindakan nyata, mulai dari perbaikan darurat hingga penanganan permanen agar jalan kembali layak dilalui dan risiko kecelakaan dapat dihindari sepenuhnya.
“Kami berharap ada perhatian serius. Jangan sampai ada korban jiwa baru kemudian ada tindakan. Kami yakin pimpinan perusahaan peduli pada lingkungan sekitar, dan bukti kepedulian itu bisa ditunjukkan dengan segera memperbaiki jalan ini,” tambahnya. (*)
