HomeBerita UtamaProyek Konstruksi Rumah Sakit Wahidin Jadi Temuan BPK, LSM Dorong Kejaksaan Periksa...

Proyek Konstruksi Rumah Sakit Wahidin Jadi Temuan BPK, LSM Dorong Kejaksaan Periksa Pengguna Anggaran dan PPK

MAKASSAR — Aktivis LSM Pemuda Solidaritas Merah Putih, Mulyadi mendorong audit konstruksi pada proyek Construction Work for Mother and Child Health Care Center Building Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo (RSWS) Makassar Financing Assistant IDN 1031. Dorongan ini usai proyek konstruksi tersebut berhasil dibongkar oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas masalah pada volume pekerjaan.

Ia mendesak Kejaksaan untuk memeriksa Pengguna Anggaran (PA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait dugaan pelanggaran dalam proyek pembangunan proyek konstruksi tersebut, yang muncul berdasarkan hasil temuan BPK pada laporan hasil pemeriksaan tahun 2024.

Tidak hanya itu, Mulyadi melalui keterangan persnya kepada Celebesnews pada, Selasa (7/4/2026) mendesak kejaksaan untuk melakukan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) terkait proyek Construction Work for Mother and Child Health Care Center Building Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Financing Assistant IDN 1031 tersebut.

Aktivis LSM Forum Solidaritas Merah Putih satu ini menuntut agar hasil audit BPK tidak hanya berhenti sebagai laporan administratif, tetapi ditindaklanjuti secara hukum alias pemeriksaan oleh Kejaksaan.

Dikutip dari laporan hasil pemeriksaan BPK 2024, Pemeriksaan secara uji petik terdapat kekurangan Volume pada Pekerjaan Construction Work for Mother and Child Health Care Center Building RSWS Financing Assistant IDN 1031 sebesar Rp 487.742.108,12 pada tahun 2024.

Hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan BPK bersama dengan Konsultan Pengawas Manajemen Konstruksi, dan Kontraktor Pelaksana secara uji petik atas beberapa item pekerjaan dengan melakukan pengukuran fisik pekerjaan terpasang dan penghitungan unit item barang terpasang menunjukkan bahwa terdapat kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp585.753.053,36 pada item pekerjaan infrastruktur dan arsitektur.

Hasil pemeriksaan lebih lanjut mengungkapkan bahwa pada beberapa item pekerjaan terdapat volume pekerjaan terpasang yang lebih besar dibandingkan dengan volume berdasarkan BoQ sebesar Rp98.010.945,24.

Berdasarkan temuan di atas, nilai kekurangan volume menjadi sebesar Rp487.742.108,12 (Rp585.753.053,36 – Rp98.010.945,24).

Terpisah, Direktur Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar yang berusaha dikonfirmasi oleh Celebesnews melalui surat permintaan konfirmasi hingga berita ini diturunkan masih tak memberikan tanggapan serta jawaban. ( Liputan : Sofyan )

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments