HomeBerita UtamaPemerhati Pendidikan Angkat Bicara Turut Dukung Kejati Endus Proyek Revitalisasi SMK Negeri...

Pemerhati Pendidikan Angkat Bicara Turut Dukung Kejati Endus Proyek Revitalisasi SMK Negeri 1 Makassar

MAKASSAR — Penyidik kejaksaan diminta mendalami proyek revitalisasi atau rehab ruang kelas SMK Negeri 1 Makassar. Desakan ini datang dari pemerhati pendidikan di Makassar mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) segera masuk melakukan lidik terhadap penggunaan anggaran negara di proyek ini. Apakah hasil revitalisasi atau rehab sudah sesuai spesifikasi atau tidak. Nahhh…, penyidik diminta mengendus hasil konstruksi bangunan ruang kelas SMK Negeri 1 Makassar tersebut.

“Ini anggaran publik. Jadi sudah seharusnya penyidik segera masuk melakukan lidik terhadap RAB-nya proyek fisik tersebut, tidak hanya jumlah besarannya saja, tapi juga rincian harga satuan dan volume pekerjaan apakah telah sesuai,” kata pemerhati Pendidikan, Masryadi kepada Celebesnews pada, Sabtu (17/1/2026).

Aktivis senior satu ini menilai, transparansi bukan sekadar formalitas, tapi fondasi utama mencegah penyimpangan.

Menurutnya, rincian anggaran belanja modal seperti pembangunan fasilitas dan pengadaan peralatan pendidikan adalah komponen paling rawan diselewengkan jika tidak diawasi.

“Publik berhak tahu ke mana uang negara dalam proyek ini digunakan, apakah benar-benar telah tepat sasaran atau justru sebaliknya. Karena itu, aparat penegak hukum harus segera masuk,” ujarnya.

Langkah mendorong APH itu, kata dia, bukan untuk mencari-cari kesalahan, tapi membangun kerja sama yang bersih dan akuntabel.

“Kalau semua pihak tahu dan mengerti isi RAB-nya, maka kontraktor juga akan bekerja lebih hati-hati dan masyarakat bisa mengawasi langsung,” terangnya.

Ditanya soal dugaan penyimpangan, Masryadi mendorong penyidik segera menurunkan tim. Meski begitu salah satu yang patut dipertanyakan dalam proyek revitalisasi atau rehab ruang belajar di SMK Negeri 1 Makassar adalah soal kualitas apalagi jumlah anggaran yang digelontorkan tidak sedikit.

Namun, dia mengingatkan bahwa transparansi adalah pencegahan paling sehat.

“Kami bukan menuduh, tapi kalau RAB-nya terus disimpan rapat-rapat, kecurigaan publik justru makin besar. Jadi lebih baik dibuka sejak awal,” pungkasnya.

Sementara itu, terpisah Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Makassar secara singkat menjelaskan untuk terkait pemakaian material seperti semen dengan kemasan 40 kg pada proyek ini bukan dalam anggaran revitalisasi, tapi anggaran dana BOSP untuk perbaikan lobi dan jalanan masuk. ( Liputan : Ical )

 

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments