MAKASSAR — Suasana tenang di Jalan Sunu, Kelurahan Kalukuang, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, mendadak berubah mencekam pada Kamis pagi, 18 Desember 2025.
Sebuah ledakan keras terdengar dari arah sebuah kafe dan dan memicu kepanikan warga sekitar.
Bunyi ledakan hanya terdengar sekali. Namun, cukup kuat hingga membuat getaran terasa di rumah-rumah warga sekitar lokasi.
Beberapa warga spontan keluar rumah. Sebagian lainnya berlarian menjauh karena khawatir terjadi ledakan susulan.
Iswanti, warga yang tinggal tepat di samping kafe, mengaku sempat panik dan keluar pagar rumah karena situasi mendadak dipenuhi orang.
Awalnya, ia mengira ledakan berasal dari dalam bangunan kafe. Namun setelah melihat kondisi di luar, dugaan itu berubah.
“Awalnya kami kira dari dalam. Tapi ternyata bukan. Yang kami lihat justru di luar, kaca-kaca berserakan semua. Pecahan kaca ada di mana-mana,” ujar Iswanti.
Menurutnya, tidak terlihat asap atau api setelah ledakan terjadi. Ledakan hanya terdengar sekali, namun cukup besar hingga menimbulkan getaran.
“Ledakannya cuma satu kali, tapi besar sekali. Semua terasa bergetar,” katanya.
Saat kejadian, Iswanti menyebut anak-anak di rumahnya sedang makan. Sementara dirinya berada di ruang cuci tangan.
Dentuman keras itu membuat suasana rumah mendadak kacau.
“Kursi-kursi di rumah anak saya sampai terangkat, karena pintunya terbuka. Tapi bangunan tidak ada yang rusak,” tuturnya.
Kerusakan paling terlihat justru berasal dari pecahan kaca yang berserakan di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, satu unit mobil yang terparkir di sekitar kafe juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat serpihan kaca.
Sekitar 10 menit setelah ledakan terjadi, aparat kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan awal.
Informasi mengenai adanya korban luka sempat beredar di kalangan warga, meski belum diketahui secara pasti jumlah dan kondisinya.
“Saya dengar katanya ada korban luka, tapi saya tidak tahu detailnya. Saya hanya dengar suara ledakan saja,” kata Iswanti.
Kapolsek Tallo, Kompol Syamsuardi, membenarkan adanya peristiwa ledakan di sebuah kafe di Jalan Sunu tersebut.
Ia menyebut, berdasarkan dugaan awal, ledakan diduga berasal dari tabung gas elpiji yang mengalami kebocoran.
“Iya, benar ada ledakan. Dugaan awal sementara berasal dari tabung elpiji, namun masih dalam proses penyelidikan,” ujar Syamsuardi.
Untuk memastikan keamanan lokasi sekaligus mengantisipasi kemungkinan lain, kepolisian mengerahkan tim Penjinak Bom (Jibom) dari Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan.
Tim tersebut diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh.
“Tim Jibom memang diterjunkan untuk olah TKP. Soal jumlah unit yang turun, saya belum tahu secara pasti,” katanya.
Langkah tersebut dilakukan sebagai prosedur standar guna memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan, sekaligus menepis kekhawatiran warga terkait kemungkinan sumber ledakan lain.
yamsuardi juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Namun hingga kini, polisi masih menunggu hasil resmi olah TKP untuk memastikan penyebab pasti ledakan di kafe tersebut.
“Tidak ada korban jiwa. Dugaan awal memang tabung gas, tapi kami masih menunggu hasil pemeriksaan resmi,” tegasnya. (anchi karaeng)
