MAKASSAR — Anggaran pemeliharaan Gedung Kampus Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Makassar disentil oleh kalangan aktivis dan pegiat antikorupsi. Tak tanggung-tanggung tahun 2025 dianggarkan hingga mencapai Rp1,2 miliar. Pada saat yang sama juga terdapat anggaran pemeliharaan untuk halaman gedung dan taman sebesar Rp950 juta serta terpisah dengan anggaran pemeliharaan/pengecetan Gedung dan bangunan kantor kampus 1 sebesar Rp210 juta.
Informasi anggaran kegiatan pemeliharaan dan kebersihan Kampus Poltekbang Makassar 2025 diperoleh berdasarkan informasi pada Portal Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP).
Aktivis LSM LIRA, Ahmad Zulkarnain kepada celebesnews pada, Selasa (5/8/2025) mempertanyakan alokasi dana besar tersebut, terutama untuk kegiatan pemeliharaan dan kebersihan.
Ahmad Zulkarnain menyampaikan keprihatinannya terkait penggunaan anggaran ini yang dinilai cukup fantastis untuk ukuran biaya pemeliharaan. Menurutnya, angka miliaran rupiah harus dijelaskan secara transparan kepada publik. “Ini bukan sekadar angka, ini uang rakyat. Mereka berhak tahu ke mana saja uang ini digunakan, apalagi kalau hasilnya belum kelihatan seperti yang kita harapkan,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia mengungkapkan bahwa anggaran pemliharaan tersebut membuat masyarakat bertanya-tanya apakah anggaran sebesar itu benar-benar digunakan secara optimal atau justru ada pemborosan yang perlu dicermati.
Lanjut disampaikannya, bahwa anggaran pemeliharaan tersebut patut dipertanyakan. “Ini bukan hanya terkait anggaran pemeliharaan dan kebersihan akan tetapi kewajaran anggaran tersebut yang cukup fantastis,”ungkapnya.
Ia pun menegaskan bahwa LSM LIRA akan terus mengawasi kegiatan pemeliharaan dan kebersihan ini. “Kami akan terus bertanya dan memantau proyek ini. Harapan kami, anggaran pemeliharaan dan kebersihan pada Kampus Poltekbang Makassar ditelisik oleh Aparat Penegak Hukum (APH),” pungkasnya.
Terpisahk Direktur Poltekbang Makassar yang berusaha dikonfirmasi oleh celebesnews melalui surat permintaan konfirmasi hingga berita ini diturunkan tidak memberikan tanggapan dan jawaban. ( Liputan : Yunar )
