HomeBerita UtamaPegiat antikorupsi Minta Kejaksaan Agung Supervisi Proses Hukum Pj Bupati Polman Soal...

Pegiat antikorupsi Minta Kejaksaan Agung Supervisi Proses Hukum Pj Bupati Polman Soal Pengadaan Seragam Linmas

MAKASSAR — Sejumlah pegiat antikorupsi memastikan bakal mengawal proses hukum Pj Bupati Polman, Ilham Borahima usai menjalani pemeriksaan pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Polewali Mandar pada April 2024 lalu.

Aktivis sekaligus pegiat antikorupsi, Mulyadi SH kepada celebesnews.co.id pada, Selasa (24/9/2024) meminta Kejaksaan Agung melakukan supervisi terkait proses hukum pemeriksaan Pj Bupati Polman pada Kejari setempat yang hingga saat ini diduga masih jalan di tempat.

Dikatakannya, usai dipanggil Kejari Polman pada April lalu, hingga kini proses hukum Pj Bupati Polman terkait pengadaan seragam Linmas tidak pernah lagi dirilis oleh kejaksaan. “Nah, semestinya perkembangan proses hukum yang ada dirilis, ada apa sejak diperiksa pada April lalu hingga kini belum ada perkembangannya. Kami minta kejasaan agung melakukan supervisi masalah tersebut,”ungkapnya.

Diketahui, Kejari Polewali melakukan penyelidikan pengadaan seragam hansip Kabupaten Polewali Mandar (Polman) sebesar Rp 1,7 Miliar pada 24 April 2024.

Sejumlah pejabat Pemkab Polman telah menjalani pemeriksaan di kantor Kejari Polewali, diantaranya Kepala Satpol PP, Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan.

Kemudian Kepala Bagian Keuangan Pemkab Polman, para pejabat ini dimintai keterangan soal proses pengadaan baju linmas.

“Saya kemarin dipanggil Jaksa dimintai keterangan, saya jelaskan kalau saya tidak tahu soal pengadaan baju linmas itu, karena memang anggarannya tidak diusulkan dan tidak dilelang.” Ujar Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Pemkab Polman, Nilawati saat ditemui oleh media di ruang kerjanya, Rabu 24 April 2024 lalu.

Nilawati mengaku tidak mengetahui sumber anggaran pembelian seragam linmas Polman tersebut, sebab anggarannya juga tidak melekat di Satpol PP.

‘Baju linmas yang sudah dibagikan itu tidak bisa dijadikan aset daerah, karena tidak tercatat dan dilelang, meskipun sudah ditarik KPU Polman.” Terangnya.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Polewali, Farid beberapa waktu lalu kepada media membenarkan bila tim penyidik kejaksaan telah memeriksa pejabat Pemkab Polman soal kasus dugaan korupsi pengadaan baju linmas.

Menurutnya Kejari Polewali bakal merilis kasus pengadaan seragam linmas ini . “Kita sudah periksa sejumlah saksi-saksi, mereka dimintai keterangan, kalau dia bayar iya salah, kalau dia bayar masuk dia.” Tuturnya.

Pengadaan seragam linmas Polman tersebut dilakukan menjelang pemilu serentak 14 Februari lalu.

Masing-masing Tempat Pemungutan Suara(TPS) mendapatkan dua seragam linmas, sementara jumlah TPS di Polman pada pemilu lalu sebanyak 1356 TPS.

Terpisah, Pj Bupati Polman, Ilham Borahima yang dikonfirmasi oleh celebesnews menjelaskan secara singkat terkait pengadaan seragam Linmas tersebut belum terdapat potensi kerugian negara yang terjadi. ( Laporan : ical )

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments