FOTO : Ketua Umum CCW, Masryadi
MAKASSAR — Ketua Umum Celebes Corruption Watch (CCW), Masryadi meminta BPK Perwakilan Sulawesi Selatan meningkatkan kemampuan audit investigasinya untuk menekan dugaan potensi korupsi dalam pengelolaan keuangan negara pada Biro Kesra Pemprov Sulsel.
“Peningkatan kemampuan investigasi melalui penyempurnaan pedoman, peningkatan kapasitas pemeriksaan perlu dilakukan untuk audit dana hibah pada Biro Kesra Pemrov Sulsel secara khusus dengan bekerjasama Kejati maupun Polda Sulsel,”ujarnya kepada celebesnews pada, Rabu (24/1/2024).
Dikatakannya BPK perlu memberi perhatian penuh atas pengelolaan anggaran dana hibah ini secara khusus tahun 2022 lantaran menjadi temuan pada audit regular.
BPK telah bekerja dengan independen sesuai ketentuan UU No 15/2006 tentang BPK. Bahkan, jelasnya, pemeriksaan BPK telah sesuai dengan standar, pedoman, dan praktik audit pemeriksaan. Karena itu, perlu audit khusus terhadap pengelolaan dana hibah ini pada Biro Kesra Pemprov Sulsel.
Ditambahkan oleh Masryadi, Transparansi uang yang bersumber dari rakyat itu sangat perlu dilakukan. Kemana saja aliran dananya. “Oleh karena itu, BPK kita minta untuk mengaudit khusus anggaran dana hibah ini pada Biro Kesra biar terang benderang kemana saja penggunaannya,” kata dia.
Demikian pula, kata dia, anggaran dana hibah yang berasal dari uang rakyat itu sangat perlu diaudit khusus kemana saja penggunaannya serta bagaimana cara-cara penggunaannya. Itu sangat perlu supaya tidak ada kecurigaan masyarakat bahwa itu memang benar-benar digunakan sesuai peruntukannya atau tidak.
Lantas bagaimana tanggapan Kepala Biro Kesra Pemprov Sulsel terkait temuan BPK tersebut, celebesnews mencoba melakukan permintaan konfirmasi melalui surat sejak dua pekan lalu, hingga berita ini diturunkan tidak memberikan respon dan tanggapan kepada celebesnews. (cn)
