Beberapa hari yang lalu muncul beberapa issue Nasional di antaranya Kenaikan Gaji Anggota DPR dan kenaikan pembayaran pajak, hal tersebut dengan sigap mahasiswa melalukan aksi demonstrasi di beberapa wilayah sebut saja di ibukota Jakarta dan di Kota Makassar.
Hal yang paling mengejutkan dan menambah kemarahan mahasiswa adalah dengan adanya pernyataan Pimpinan Komisi III DRR RI yakni ahmad sahroni yang mengatakan “orang tolol sedunia yang mau membubarkan DPR”.
Nah, hal inilah yang membuat semakin maraknya aksi unjuk rasa dimana-mana termasuk di Kota Makassar. Paling menyedihkan lagi karena dengan aksi demonstrasi yang contineu ini sampai meregang nyawa driver ojek online (ojol) yang di lindas oleh kendaraan taktis Brimob pada kamis malam (28/8/2025).
Lanjut Akram, yang juga berprofesi sebagai advokat ini, dengan adanya kejadian tersebut kini muncul lagi kebencian terhadap institusi polri dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa, hingga kini 7 orang anggota brimob sudah di proses pelanggaran kode etik.
Yang ingin saya katakan adalah jangan terlalu berlebihan membenci dan menyalahkan oknum dan atau institusi polri, coba saja kita lihat kejadian tadi malam beberapa video yang tersebar di grup-grup wa dengan kejadian pembakaran dimana-mana termasuk kejadian yang di alami oleh kantor DPRD dan bahkan ada beberapa korban jiwa serta luka-luka, tak terlihat satu orang pun pihak kepolisian berada di lokasi unjuk rasa bukan tanpa alasan mereka tidak melakukan pencegahan pembakaran di beberapa titik di Kota Makassar ini, melainkan mereka tidak mau lagi mengambil resiko atau minimal saat ini pihak kepolisian meminimalisir resiko-resiko yang kemungkinan terjadi seperti apa yang telah di alami oleh rekannya.
Oleh sebab itu, ujar Akram. Jangan terlalu berlebihan membenci dan menyalahkan institusi Polri dengan kejadian yang sudah terjadi, andai saja ada pihak pengamanan paling tidak yah ada sedikit pencegahan atau kobaran api tidak sebesar yang kita lihat seperti malam tadi. baiknya saling menjaga dalam artian mahasiswa sebagai agen of change yang melakukan unjuk rasa melakukan unjuk rasa damai dan pihak kepolisian yang melakukan pengamanan untuk tidak keluar dari Standar Operasional Prosedur yang ada.
Bahwa memang negara ini membutuhkan polisi untuk menjaga keamanan dalam negeri. (*)
