HomeBerita UtamaAPH Didesak Periksa Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Benteng Selayar

APH Didesak Periksa Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Benteng Selayar

SELAYAR — Temuan ketidakwajaran pengelolaan dana yang dibongkar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di SMP Negeri 1 Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, kian menjadi sorotan tajam publik dan aktivis antikorupsi. Hingga kini, kejelasan seperti apa tindak lanjutnya dinantikan oleh public, sehingga desakan agar aparat penegak hukum turun tangan makin menguat.

Dalam laporan hasil pemeriksaan tahun 2024, BPK menemukan bahwa realisasi belanja di sekolah tersebut tidak sesuai dengan dokumen pertanggungjawaban yang diserahkan. Diduga terdapat ketidaksesuaian antara bukti pengeluaran dengan kondisi nyata penggunaan dana, yang sebagian besar bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOSP). Temuan ini menimbulkan pertanyaan serius terkait akuntabilitas pengelolaan keuangan pendidikan yang seharusnya diawasi ketat.

Aktivisa antikorupsi, Mulyadi SH, menyatakan bahwa temuan BPK bukan sekadar catatan administratif biasa. “Ini soal uang rakyat yang diperuntukkan demi kenyamanan dan kualitas belajar siswa. Jika dokumen tidak sesuai fakta lapangan, maka ada risiko kerugian negara atau penyimpangan yang harus dibongkar total,” tegasnya, Kamis (18/6/2026).

Aktivis senior satu ini juga mempertanyakan sikap Dinas Pendidikan Kabupaten Selayar yang dinilai belum memberikan klarifikasi terbuka dan langkah perbaikan yang nyata. “Sudah beberapa waktu temuan ini terungkap, tapi belum ada kejelasan: apakah dana yang bermasalah sudah dikembalikan? Apakah pejabat yang bertanggung jawab sudah diperiksa? Jangan sampai hanya dijadikan arsip semata,” tambahnya.

Merespons hal ini, aktivis antikorupsi bersama sejumlah Lembaga antikorupsi mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan segera melakukan penyelidikan mendalam. Mereka menekankan bahwa pengembalian dana saja tidak cukup jika terbukti ada unsur kesengajaan yang merugikan keuangan negara. Publik juga mendesak Bupati Selayar untuk mengevaluasi sistem pengawasan internal agar persoalan serupa tidak terulang di sekolah-sekolah lain.

Terpisah, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Benteng Selayar yang berusaha dikonfirmasi oleh Celebesnews melalui surat permintaan konfirmasi tak memberikan tanggapan serta jawaban. ( Liputan : Redaksi Celebesnews )

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments