PANGKEP —- Suasana kian memanas! Dugaan permintaan uang senilai Rp50.000.000 (lima puluh juta rupiah) yang sempat menjadi sorotan publik di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) kini memicu sorotan tajam. LSM Lipan Pangkep angkat bicara secara terbuka dan mengecam keras pernyataan klarifikasi dari pihak yang terlibat, yang dinilai sengaja memutarbalikkan fakta, menutupi kebenaran, dan tidak sejalan dengan bukti-bukti yang beredar di lapangan maupun dalam pemberitaan.
Dalam pernyataan pers yang disampaikan pada, Minggu (1/6/2026) malam kepada Celebesnews, Ketua LSM LIPAN Indonesia DPK Pangkep, H.Hadanuddim Jafar menilai klarifikasi yang disampaikan belakangan ini jauh dari kejujuran dan justru mempertegas dugaan adanya upaya sistematis untuk mengaburkan jejak. “Apa yang mereka sampaikan dalam klarifikasi kemarin adalah upaya pencitraan murah yang diduga penuh rekayasa! Isinya tidak menyentuh inti masalah, menghindar dari pertanyaan kunci, dan jelas-jelas bertentangan dengan fakta di lapangan serta bukti-bukti permintaan yang sudah terungkap ke publik,” tegasnya dengan nada tinggi.
Menurutnya, dugaan permintaan dana senilai Rp50 juta itu bukan sekadar isu tanpa dasar, melainkan berangkat dari keluhan nyata, bukti komunikasi, dan kesaksian yang cukup kuat. Alih-alih mengakui dan menjelaskan duduk perkara dengan jujur, klarifikasi yang disodorkan justru dianggap berisi penyangkalan yang berbelit-belit demi menyelamatkan nama baik sepihak. “Publik tidak butuh penjelasan yang memutarbalikkan kebenaran. Kami mengecam keras sikap ini karena dianggap meremehkan kecerdasan masyarakat dan berusaha mematikan pengawasan terhadap dugaan pelanggaran yang nyata,” tambahnya.
LSM yang dikenal vokal ini menegaskan tidak akan mundur satu langkah pun meski sudah ada yang berusaha membantah dengan versi yang berbeda. Mereka berjanji akan terus mengumpulkan dan mempublikasikan fakta-fakta pendukung yang membuktikan bahwa apa yang diberitakan sebelumnya adalah benar adanya, dan justru klarifikasi balasan itulah yang sarat kepura-puraan. “Kami tantang pihak yang bersangkutan untuk berani terbuka di forum netral, hadapkan bukti satu per satu. Jangan hanya berani bicara di tempat yang aman lalu menabrak fakta,” serunya.
Situasi kasus ini kini kian memanas dan menarik perhatian luas. Publik Pangkep pun kini makin curiga dan menuntut pembuktian nyata, sebab semakin gencar klarifikasi yang dinilai menyimpang itu disuarakan, semakin kuat dugaan bahwa ada hal besar yang sedang berusaha ditutup-tutupi. LSM Lipan Pangkep menegaskan akan terus berada di barisan terdepan untuk menjaga agar kebenaran soal dugaan permintaan Rp50 juta ini tidak tenggelam oleh rekayasa narasi sepihak. ( Liputan : Karaeng Baso )
