HomeMakassarAlumni PIP Makassar Harumkan Industri Pelayaran Dikancah Global

Alumni PIP Makassar Harumkan Industri Pelayaran Dikancah Global

MAKASSAR — Tak kurang dari ratusan alumni Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar telah menunjukkan eksistensi yang membanggakan bagi industri pelayaran nasional dan internasional, dengan berbagai prestasi dan kontribusi signifikan yang membawa nama baik Indonesia hingga ke penjuru dunia. Dari menjadi perwira kapal kelas dunia hingga memimpin inovasi di sektor logistik maritim hijau, para generasi muda dari kampus pelayaran ternama di Sulawesi Selatan ini membuktikan bahwa kualitas pendidikan pelayaran dalam negeri mampu bersaing di tingkat global.

PERWIRA KAPAL PIP MAKASSAR JUARA DUNIA DALAM KESELAMATAN LAUT

Salah satu alumni yang menjadi kebanggaan adalah Muhammad Rizky Pratama, lulusan Program Diploma IV Teknologi Kapal Nusantara angkatan 2020, yang beberapa waktu lalu dinobatkan sebagai “Best Maritime Safety Officer” dalam ajang internasional World Maritime Safety Awards 2025 yang diadakan di Singapura. Rizky, yang saat ini menjabat sebagai Chief Officer di kapal kontainer milik perusahaan internasional Maersk Line, berhasil mengantisipasi insiden kecelakaan laut potensial dengan mengimplementasikan sistem pemantauan risiko yang ia kembangkan sendiri.

“Kesuksesan ini tidak lepas dari dasar pendidikan yang saya dapatkan di PIP Makassar. Kurikulum yang terintegrasi dengan standar IMO (International Maritime Organization) serta pelatihan praktis di kapal sejak masa studi membuat saya siap menghadapi tantangan di laut,” ujar Rizky dalam sambutannya saat menerima penghargaan.

Selain Rizky, Siti Nurhaliza, lulusan D3 Nautika angkatan 2019, menjadi salah satu perwira wanita pertama di Indonesia yang mengendalikan kapal tanker LNG berukuran besar milik PT Pertamina International Shipping (PIS).

Ia berhasil memimpin operasi kapal dengan rute lintas benua selama lebih dari 18 bulan tanpa satu pun insiden, dan bahkan berhasil mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 15% melalui penerapan teknik navigasi yang efisien.

ALUMNI PIP MAKASSAR MEMIMPIN INOVASI GREEN SHIPPING

Di bidang pengembangan teknologi maritim hijau, Dr. Ir. Andi Putra Wijaya, lulusan Program Sarjana Terapan Teknik Mesin Kapal angkatan 2015 yang melanjutkan studi doktor di Jepang, berhasil mengembangkan sistem propulsi kapal berbasis energi hidrogen yang ramah lingkungan. Karya inovasinya yang diberi nama “HydroNaut Propulsion System” telah diadopsi oleh tiga perusahaan pelayaran besar di Asia Tenggara, termasuk salah satu perusahaan pelayaran terkemuka di Malaysia.

“Visi kami adalah membawa Indonesia menjadi pemimpin dalam industri pelayaran hijau di kawasan Asia Pasifik. Berkat dukungan dari dosen dan laboratorium riset di PIP Makassar saat masa studi, saya mendapatkan bekal pengetahuan dan semangat untuk terus berinovasi,” jelas Andi Putra, yang kini juga menjabat sebagai konsultan teknis maritim bagi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dalam penyusunan kebijakan green shipping nasional.

Tak hanya di bidang teknologi, Rina Dewi Lestari, lulusan D4 Manajemen Transportasi Laut angkatan 2018, mendirikan perusahaan startup logistik maritim bernama “Maritim Nusantara Solusi” yang fokus pada optimasi rantai pasokan barang laut dengan menggunakan platform digital. Perusahaannya yang berbasis di Makassar telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 50 UMKM di wilayah Timur Indonesia untuk memperluas akses pasar hingga ke negara-negara ASEAN, sekaligus mengurangi biaya pengiriman hingga 25%.

KOLABORASI ALUMNI PIP MAKASSAR DENGAN KAMPUS UNTUK KEMAJUAN INDUSTRI

Untuk memberikan kontribusi kembali kepada kampus dan industri, para alumni PIP Makassar telah membentuk “Jaringan Alumni Pelayaran Indonesia (JAPI)” yang memiliki visi untuk mengembangkan ekosistem pendidikan dan kerja sama industri-akademisi. Melalui JAPI, mereka telah menyelenggarakan program “Mentor-Mentee Pelayaran” yang menghubungkan mahasiswa PIP Makassar dengan profesional berpengalaman di industri, serta memberikan beasiswa pendidikan lanjutan bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Kepala Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar menyampaikan rasa bangganya atas prestasi para alumni. “Kami selalu berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya ahli di bidang teknis, tetapi juga memiliki integritas dan visi untuk mengembangkan industri pelayaran nasional. Prestasi para alumni ini adalah bukti bahwa pendidikan pelayaran di PIP Makassar mampu bersaing dengan standar internasional,” ujarnya.

Selain itu, melalui kerja sama dengan JAPI, PIP Makassar telah memperbarui kurikulum untuk mencakup materi terkini seperti digitalisasi pelayaran, manajemen risiko maritim, dan teknologi energi baru terbarukan di sektor perkapalan. Program magang kerja sama dengan lebih dari 30 perusahaan pelayaran lokal dan internasional juga telah memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman praktis sebelum lulus.

PEMIMPIN INDUSTRI: ALUMNI PIP MAKASSAR MERUPAKAN ASSET BERHARGA

Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI), Bambang Susanto, yang juga merupakan alumni PIP Makassar angkatan 1998, menyatakan bahwa alumni dari kampus pelayaran ternama seperti PIP Makassar menjadi tulang punggung pengembangan industri pelayaran Indonesia. “Kita membutuhkan generasi muda yang memiliki kompetensi tinggi dan cinta akan negeri untuk mengangkat derajat industri pelayaran Indonesia. Para alumni PIP Makassar telah menunjukkan bahwa mereka mampu menjadi pemimpin yang handal dan inovatif,” katanya.

Di sektor internasional, Captain John Smith, Wakil Presiden Operasional Kapal di perusahaan pelayaran Swedia Stena Line, mengakui bahwa alumni PIP Makassar memiliki kualitas yang setara dengan lulusan kampus pelayaran terbaik di dunia. “Kami telah merekrut lebih dari 15 alumni PIP Makassar dalam 3 tahun terakhir, dan mereka semua menunjukkan kinerja luar biasa dalam hal keamanan, keahlian teknis, serta kemampuan bekerja dalam tim internasional,” ujarnya.

VISI KEDEPAN: MENCETAK LEADER MARITIM UNGGUL UNTUK ERA MARITIM 

Para alumni PIP Makassar juga memiliki visi bersama untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Melalui JAPI, mereka berencana untuk mendirikan pusat riset maritim bersama PIP Makassar yang fokus pada pengembangan teknologi dan kebijakan pelayaran yang sesuai dengan kebutuhan masa depan. Selain itu, program kerja sama dengan kampus pelayaran di negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Belanda juga akan terus diperluas untuk meningkatkan akses mahasiswa dan alumni PIP Makassar terhadap pendidikan dan peluang kerja internasional.

“Kita tidak hanya ingin menjadi bagian dari industri pelayaran global, tetapi juga ingin menjadi pelopor dalam mengembangkan industri pelayaran yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi rakyat Indonesia,” tutup Muhammad Rizky Pratama, perwira kapal yang menjadi juara dunia dalam keselamatan laut. (ist)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments