FOTO : Korwil LSM LIRA, Ahmad Zulkarnain
MAKASSAR — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mendorong dilakukannya audit pada konstruksi bangunan gedung sekolah di SMK Negeri 1 Makassar. Dorongan ini muncul sebagai respons terhadap kekhawatiran publik mengenai kualitas infrastruktur sekolah dan untuk memastikan pekerjaan bangunan ruang kelas tersebut apakah benar-benar telah sesuai dengan kontrak.
Korwil LSM LIRA Sulawesi Selatan, Ahmad Zulkarnain kepada Celebesnews pada, Senin (12/1/2026) mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) segera melakukan langkah-langkah konkret guna memastikan bahwa bangunan sekolah mematuhi peraturan bangunan yang berlaku dan tahan terhadap potensi bencana alam.
“Kami mendesak Kejati Sulsel segera menurunkan tim untuk melakukan audit menyeluruh guna memastikan keselamatan dan kelayakan bangunan ruang kelas yang tengah tersebut,”ujarnya.
Ia menyebutkan proyek sekolah di SMN Negeri 1 Makassar ini seharusnya di audit untuk memastikan bahwa bangunan tersebut sudah aman dan tidak memiliki risiko keamanan yang bisa membahayakan seseorang.
“Audit bangunan memiliki tugas untuk mengidentifikasi bagian dari konstruksi bangunan yang membutuhkan perbaikan atau bahkan penggantian total. Singkatnya, audit bangunan-lah yang akan memberikan evaluasi dan penilaian mengenai layak atau tidaknya suatu bangunan. Karena itu, pengerjaannya dilakukan ketika bangunan belum dioperasikan, guna memastikan struktur yang dibangun sudah kuat dan sesuai rencana. Nahhh…, kami minta Kejati Sulsel masuk disitu,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Makassar secara singkat menjelaskan terkait pemakaian material semen kemasan 40 kg pada proyek ini bukan dalam anggaran revitalisasi, tapi anggaran dana BOSP untuk perbaikan lobi dan jalanan masuk. ( Liputan : Ical )
