MAKASSAR — Bantuan rak hidroponik kepada Kelompok Tani/ KWT dari Dinas Perikanan dan Pertanian Pemkot Makassar memantik reaksi sejumlah kalangan lantaran diduga kuat mutu dan spesifikasi material rak hidroponik untuk tanaman tersebut patut dipertanyakan.
Dari penelusuran Redaksi Celebesnews pada salah satu kelompok penerima bantuan tersebut, bangunan rak tanaman hidroponik tak begitu kuat dan terkesan asal jadi. Fakta itu, diyakini lantaran mutu dan spesifikasi hingga volume pekerjaan diduga berbeda pada DPA dan kontrak.
Alih-alih bantuan masyarakat ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan berumur panjang, justru kondisi di lapangan pada beberapa bagian rak tanaman hidroponik sudah mulai bermasalah. Salah satunya pada bagian pengikat pipa telah mulai rusak karena menggunakan plastik diyakini spek berbeda dalam DPA.
Belum lagi pada rak Tanaman dengan panjang dan lebar yang diduga tidak seimbang sehingga bisa saja cuma tertimbah angin akan terkelincir di akibatkan tidak ada keseimbangan antara panjang dan lebarnya, di duga persyaratan volume tidak sesuai spek dalam DPA.
Lebih diperparah lagi bantuan dari Dinas Perikanan dan Pertanian Pemkot Makassar tersebut terdapat bantuan benih dan polibek namun tanpa media tanam yang sampai ke masyarakat.
Merespon bantuan rak tanaman dan bantuan benih serta polibek tanpa media tanam yang sampai ke masyarakat, aktivis antikorupsi, Mulyad SH kepada Celebesnews pada, Kamis (18/12/2025) meminta APH untuk melakukan telisik terhadap realisasi bantuan rak tanaman tersebut melalui program kegiatan ‘urban farming’ 2025.
“Kami minta APH untuk masuk menilisik anggaran dan realisasi kegiatan urban farming ini serta memeriksa semua pihak-pihak terkait,”ujarnya singkat.
Terpisah, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Pemkot Makassar yang berusaha dikonfirmasi oleh Celebesnews melalui surat permintaan konfirmasi hingga berita ini diturunkan tak memberikan tanggapan serta jawaban. ( Liputan : Ical )
