Home Berita Utama PARAH! Kontraktor Gede Kerjaan Diduga Asal Jadi, NGO Lokal Luwu Utara Kecam...

PARAH! Kontraktor Gede Kerjaan Diduga Asal Jadi, NGO Lokal Luwu Utara Kecam Proyek Irigasi Dinas SDA Cipta Karya Pemprov Sulsel di Kecamatan Tana Lili

0

LUWU UTARA — Proyek strategis pengairan yang menelan anggaran miliaran rupiah dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Dinas Cipta Karya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Kecamatan Tanah Lili, Luwu Utara, terungkap penuh kecurangan. Kontraktor besar yang ditunjuk diduga sengaja melanggar spesifikasi teknis dan kontrak, memproduksi bangunan irigasi seadanya, padahal proyek ini krusial untuk ratusan hektar sawah warga.

Temuan mengejutkan diungkap oleh NGO Lokal Luwu Utara dari Forum Komunikasi LSM-Pers Luwu Utara yang memantau pelaksanaan pekerjaan, Minggu (12/7/2026). Di lokasi proyek yang tengah berjalan, mutu pekerjaan terlihat sangat mencurigakan, jauh dari standar yang disepakati dalam kontrak.

Forum Komunikasi LSM-Pers Luwu Utara menurunkan tim investigasi memantau langsung proses pengerjaan proyek irigasi tersebut mengungkapkan adukan semen untuk pondasi dan dinding saluran irigasi sangat encer dan tipis. Takaran semen dipastikan jauh di bawah ketentuan teknis yang tertuang dalam kontrak.

“Itu bukan campuran beton, tapi seperti air kelapa ditambah pasir. Kalau diaduk pasirnya terlihat terpisah, semenya kurang sekali. Begitu dikeringkan, mudah retak dan hancur,” ungkap Forum Komunikasi LSM-Pers Luwu Utara, Almarwan melalui keterangan persnya kepada Celebesnews, Minggu (12/7/2026).

Spesifikasi teknis mengharuskan perbandingan semen, pasir, dan batu pecah sesuai standar mutu beton tertentu. Namun di lapangan, kontraktor diduga memangkas takaran semen secara drastis demi menghemat biaya dan diduga untuk menambah keuntungan pribadi.

Dugaan kecurangan makin parah terlihat pada bagian dasar pondasi saluran irigasi. Alih-alih dipadatkan, dikeringkan, dan diberi lapisan stabilisasi sesuai prosedur, lokasi pondasi justru ditemukan masih berupa tanah lunak dan berlumpur.

“Dasarnya masih becek dan berlumpur parah. Diduga langsung saja ditimbun pasir lalu dicor atau diplester. Kalau musim hujan atau air irigasi mengalir deras, pasti langsung amblas dan retak. Uang negara dibuang percuma saja,” tambahnya.

Proyek irigasi ini dibiayai APBD Provinsi Sulsel melalui Dinas SDA dan Dinas Cipta Karya. Jika dibiarkan, bangunan diprediksi tak akan bertahan lama, bahkan berisiko runtuh sebelum masa pemeliharaan berakhir.

“Ini bukan sekadar kesalahan teknis, ini sengaja dilakukan. Ada dugaan kuat persekongkolan agar pekerjaan cepat selesai dengan biaya semurah mungkin, mengorbankan mutu dan kepentingan petani. Kami minta Inspektorat Provinsi Sulsel dan Kejati Sulsel segera turun usut tuntas siapa yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu pelaksana lapangan proyek pembangunan rehabilitasi irigasi tersebut, Andre menampik bahwa lapisan Bawah untuk saluran air tersebut telah dilakukan pengerukan sebelum di plester semen.

Terkait adanya tumpukan lumpur di saluran irigasi tersebut merupan rembesan diakibatkan hujan dan air dari samping yang masuk ke saluran. ( Liputan Khusus: Samsir)

Exit mobile version