Home Berita Utama Kadis SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang Pemprov Sulsel Jangan Cuma Duduk...

Kadis SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang Pemprov Sulsel Jangan Cuma Duduk Tunggu Laporan, Warga Luwu Utara: Ke Lapanganki Pak Kadis, Cek Bagaimana Kualitas Proyek Irigasi di Kecamatan Tana Lili

0

LUWU UTARA — Suara kekecewaan dan seruan tegas datang dari warga Luwu Utara. Mereka meminta Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan untuk tidak hanya duduk manis di kantor dan mengandalkan laporan tertulis semata. Warga mendesak agar pejabat itu turun langsung ke lapangan dan melihat sendiri bagaimana kualitas pekerjaan proyek irigasi yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut di di Desa Ujung tanah dan Desa Bungadidi, kecamatan Tana Lili Luwu Utara.

Keluhan ini bermula dari kondisi nyata yang terlihat di Desa Ujung Tanah dan Desa Bungadidi, dua wilayah utama yang menjadi sasaran pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi. Menurut pengakuan warga yang memantau proses pengerjaan, struktur saluran yang dibangun dinilai tidak kokoh, pondasi tidak ditanam sedalam standar yang ditentukan, serta campuran bahan bangunan terasa kurang padat dan mudah terkelupas.

“Pak Kadis, jangan cuma duduk menunggu laporan dari atas kertas saja. Turunlah ke sini, lihat dengan mata kepala sendiri. Cek bagaimana kualitas semennya, seberapa dalam pondasinya, dan apakah bangunan ini kuat menahan air saat musim hujan nanti,” ujar salah satu tokoh warga setempat dengan nada penuh harap sekaligus kekecewaan yang minta Namanya tak di mediakan pada, Sabtu (27/6/2026).

Warga menambahkan, selama ini boleh jadi yang diterima hanya laporan bahwa pekerjaan berjalan sesuai rencana dan selesai tepat waktu. Namun kenyataan di lapangan sangat berbeda. Mereka khawatir jika dibiarkan begitu saja, saluran irigasi ini hanya akan bertahan sebentar, jebol di tengah musim tanam, dan akhirnya merugikan petani serta membuang-buang uang rakyat.

“Kami bukan tidak tahu apa-apa. Sebagian dari warga sudah puluhan tahun menggarap sawah dan melihat bagaimana seharusnya bangunan irigasi yang baik. Kalau Pak Kadis hanya percaya laporan, ia tidak akan pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi. Turunlah ke Tanah Lili, buktikan bahwa anggaran yang dikeluarkan benar-benar menghasilkan karya yang bermanfaat,” tambahnya.

Ketua umum Lembaga antikoruspi Celebes Corruption Watch (CCW), Masryadi mendukung seruan warga tersebut. Ia menegaskan bahwa tugas pengawasan tidak selesai hanya dengan menerima laporan. “Seorang pimpinan harus punya keberanian dan ketelitian untuk mengecek langsung. Kalau ditemukan kualitasnya asal jadi, segera tegur dan perintahkan kontraktor memperbaiki tanpa biaya tambahan. Jangan sampai proyek ini menjadi bukti lemahnya pengawasan di lapangan,” tegasnya.

Pihaknya berharap kepala dinas segera merespons sorotan warga. “Kepercayaan publik ada di tangan Bapak. Kalau berani turun dan membenahi kekurangan, berarti Bapak bertanggung jawab. Kalau tetap diam dan hanya mengandalkan laporan, maka pertanyaan publik akan terus mengikuti sampai kualitas pekerjaan ini jelas terbukti baik,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Pemprov Sulsel belum memberikan tanggapan terkait masalah keluhan kualitas pekerjaan proyek irigasi di Desa Ujung tanah desa Bungadidi, kecamatan Tana Lili Luwu Utara tersebut. Surat permintaan konfirmasi Celebesnews juga tak mendapat tanggapan serta jawaban dari Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Pemprov Sulsel. ( Liputan : Jurnalis Celebesnews Samsir Biro Luwu Utara )

Exit mobile version