LUWU UTARA — Kekecewaan warga Luwu Utara terhadap kualitas proyek rehabilitasi irigasi yang dikerjakan di Desa Ujung Tanah dan Desa Bungadidi, Kecamatan Tana Lili meluap keras. Mereka secara blak-blakan menyindir Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan. Bahkan melontarkan pernyataan tajam: jika kepala dinas tak bisa mengawasi kinerja kontraktor di lapangan, sebaiknya berhenti dari jabatannya saja.

Keluhan ini bermula dari temuan di lapangan yang menunjukkan pekerjaan dinilai dikerjakan secara asal-asalan. Warga mengamati pondasi saluran irigasi yang tidak ditanam hingga kedalaman standar, campuran semen yang terasa ringan dan mudah hancur, serta struktur bangunan yang dikhawatirkan akan mudah jebol saat musim hujan pertama tiba. Padahal, proyek ini menelan anggaran miliaran rupiah yang bersumber dari kas daerah.
“Kami sudah soroti berkali-kali, tapi perbaikan tak kunjung terlihat. Kalau Pak Kadis dan jajarannya tidak mampu mengawasi pekerjaan di lapangan buat apa duduk di jabatan itu? Lebih baik mundur saja, biar ada orang lain yang bertanggung jawab dan peduli nasib petani,” ujar salah satu warga Luwu Utara, Samsir dengan nada kesal kepada Celebesnews, Kamis (25/6/2026)
Mereka menegaskan, tanggung jawab utama ada di pimpinan dinas. Kontraktor harus bekerja sesuai kontrak, dan pengawas dari dinas wajib memastikan itu berjalan. Jika hasilnya buruk, maka ketidakmampuan mengawasi menjadi pertanyaan besar. “Jangan anggap kami warga desa tidak tahu soal pekerjaan irigasi. Kami melihat sendiri kualitasnya jauh di bawah standar. Uang rakyat habis, tapi manfaatnya hampir tidak ada,” tambahnya.
Warga berharap Gubernur Sulsel segera menanggapi sorotan ini. Warga menuntut evaluasi menyeluruh, perbaikan total tanpa biaya tambahan, dan jika terbukti ada kelalaian berat, pejabat yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum. “Jangan biarkan proyek ini menjadi contoh buruk pembangunan. Kami ingin air irigasi lancar, bukan bangunan yang rusak dalam waktu singkat,” pungkas Samsir.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Pemprov Sulsel belum memberikan tanggapan terkait masalah keluhan kualitas pekerjaan proyek irigasi di Desa Ujung tanah desa Bungadidi, kecamatan Tana Lili Luwu Utara tersebut. Surat permintaan konfirmasi Celebesnews juga tak mendapat tanggapan serta jawaban dari Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Pemprov Sulsel. ( Liputan : Redaksi Celebesnews )