FOTO: Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid
MAKASSAR — DPRD Provinsi Sulawesi Selatan akhirnya angkat bicara menyusul maraknya keluhan warga dan temuan di lapangan terkait kualitas pekerjaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Ujung tanah desa Bungadidi, kecamatan Tana Lili Kabupaten Luwu Utara. DPRD Sulsel secara tegas memberikan peringatan kepada Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sulsel, Kadir Halid meminta kepala dinas agar segera memperketat pengawasan terhadap kinerja kontraktor pelaksana di lapangan.
Menurut anggota dewan Sulsel yang membidangi pembangunan, Kadir Halid, sorotan warga menunjukkan sejumlah indikasi ketidaksesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak. Di antaranya adalah pondasi bangunan yang tidak ditanam sempurna, komposisi campuran semen yang diduga di bawah standar, serta struktur saluran yang dinilai berisiko cepat rusak meski baru selesai dikerjakan. Jika dibiarkan, proyek yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah ini dikhawatirkan tidak memberikan manfaat jangka panjang bagi ribuan petani di wilayah tersebut.
Ketua Komisi D DPRD Sulsel ini dalam pernyataannya menegaskan bahwa tanggung jawab pengawasan utama berada di tangan kepala dinas. “Kami peringatkan tegas kepada kepala dinas jangan hanya mengandalkan laporan di atas kertas. Turun ke lapangan, cek langsung setiap detail pekerjaan. Jangan biarkan anggaran rakyat habis sia-sia karena hasilnya asal jadi dan merugikan kepentingan masyarakat,” ujarnya dengan nada tegas.
Dewan juga meminta agar dinas terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh. Apabila terbukti ada pelanggaran kontrak atau kualitas yang di bawah standar, kontraktor wajib diperintahkan untuk memperbaiki tanpa biaya tambahan, bahkan bisa dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. “Jangan tutup mata terhadap keluhan warga. Jika pengawasan lemah, kepala dinas pun tidak bisa lepas dari tanggung jawab pengawasan yang diamanatkan negara,” tambahnya.
Pihak legislatif berjanji akan terus memantau perkembangan sorotan warga. Jika dalam waktu dekat tidak ada perbaikan nyata, dewan akan memanggil kepala dinas beserta jajarannya untuk dimintai keterangan secara resmi di hadapan sidang komisi. “Uang pembangunan harus menghasilkan karya yang bermanfaat dan tahan lama. Jangan sampai proyek strategis ini justru menjadi beban baru bagi keuangan daerah di kemudian hari,” pungkasnya.
Selain itu, untuk melakukan monitoring terhadap proyek irigasi di Luwu Utara ini, Kadir Halid beserta rombonga komisi bidang pembangunan memastikan dalam waktu dekat akan melakukan kunjungan langsung untuk melihat langsung kualitas pekerjaan irigasi di Desa Ujung tanah desa Bungadidi, kecamatan Tana Lili Luwu Utara tersebut.
“Kami akan periksa pekerjaan irigasi yg ada di luwu utara, kalau tidak sesuai dengan bestek maka akan kani suruh kontraktoruntuk memperbaiki pekerjaannya,”tegasnya
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Pemprov Sulsel belum memberikan tanggapan terkait masalah keluhan kualitas pekerjaan proyek irigasi di Desa Ujung tanah desa Bungadidi, kecamatan Tana Lili Luwu Utara tersebut. Surat permintaan konfirmasi Celebesnews juga tak mendapat tanggapan serta jawaban dari Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Pemprov Sulsel. ( Liputan : Redaksi Celebesnews )
