Home Berita Utama “Berani Enggak, Bupati? Aktivis Tantang Evaluasi Total Temuan BPK di SMPN 1...

“Berani Enggak, Bupati? Aktivis Tantang Evaluasi Total Temuan BPK di SMPN 1 Benteng Selayar

0
FOTO : Aktivis antikorupsi, Mulyadi SH

SELAYAR — Aktivis antikorupsi melontarkan tantangan terbuka kepada Bupati Kepulauan Selayar: beranikah melakukan evaluasi total menyeluruh menyusul temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyatakan belanja di SMP Negeri 1 Benteng tidak sesuai dokumen pertanggungjawaban dan berpotensi merugikan keuangan daerah.

Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan tahun 2024, BPK mencatat adanya ketidaksesuaian antara laporan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOSP) dan bukti transaksi nyata. Nilai belanja yang dilaporkan tidak didukung laporan pertanggungjawaban sehingga menimbulkan pertanyaan mendasar ke mana sebenarnya dana tersebut dialokasikan.

Aktivis antikorupsi Sulawesi Selatan, Mulyadi SH pernyataannya, Selasa (16/6/2026), menyatakan persoalan ini tidak bisa diselesaikan sekadar surat teguran atau klarifikasi administrasi biasa. “Kami tantang: beranikah Bupati mengambil langkah tegas, evaluasi total kepemimpinan sekolah, periksa peran pengawas dinas, dan telusuri hingga akar masalahnya? Jangan hanya diam dan berharap temuan ini selesai dengan sendirinya,” tegasnya.

Ia menegaskan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi pengelolaan keuangan daerah, Bupati punya kewajiban memastikan setiap rupiah dana pendidikan dipertanggungjawabkan. Evaluasi total dimaksud mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap dokumen, memanggil pihak terkait, verifikasi lapangan, hingga penjatuhan sanksi tegas jika ditemukan unsur pelanggaran hukum.

“Jika hanya perbaikan administrasi, maka masalah serupa akan berpotensi terulang di sekolah lain. Evaluasi total menjadi bukti nyata pimpinan daerah serius menjaga uang rakyat, bukan sekadar omongan transparansi semata,” tambahnya.

Mulyadi juga mengingatkan pengembalian dana jika terbukti ada kekurangan tidak menghapus tanggung jawab pidana bagi pihak yang terbukti menyalahgunakan wewenang. Ia berharap tantangan tersebut dijawab dengan tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan normatif.

Terpisah, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Benteng Selayar yang berusaha dikonfirmasi oleh Celebesnews melalui surat permintaan konfirmasi tak memberikan tanggapan serta jawaban. ( Liputan : Redaksi Celebesnews )

 

Exit mobile version