LUWU UTARA — Sekolah Dasar Negeri 036 Rante Paccu Baebunta Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan telah berdiri selama puluhan tahun sebagai pusat pendidikan bagi anak-anak setempat. Namun, sebuah masalah klasik yang telah berlangsung selama delapan tahun lamanya mulai mengganggu kenyamanan dan keamanan sekolah tersebut.
Minimnya perhatian dari pemerintah daerah dan dinas terkait membuat sekolah ini belum memiliki pagar pembatas sama sekali. Mengingat depan sekolah adalah jalan raya menjadikan rasa kekhawatiran dan keprihatinan tersendiri bagi lingkungan sekolah baik kepala sekolah,para guru, maupun anak-anak.
Ketiadaan pagar ini bukan hanya soal estetika, melainkan berpotensi membahayakan para siswa yang setiap hari berangkat dan pulang dari sekolah. Tanpa penghalang fisik, sekolah ini terbuka lebar yang berhadapan langsung dengan jalan raya dimana bahaya berpotensi mengintai setiap hari.
Kepala Sekolah, Afri Jaelani, Kamis (9/4/2026) mengungkapkan keprihatinannya melihat kondisi sekolah yang tidak dilengkapi dengan pagar didepannya.
“Kami sudah menyampaikan permohonan pembangunan pagar ke Dinas Pendidikan dan melalui Musrembang tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,”ujarnya.
Tidak hanya terkait keamanan, kondisi tanpa pagar ini juga berdampak pada fasilitas sekolah. Barang-barang inventaris sekolah yang diletakkan di luar ruangan rawan hilang atau rusak karena tidak ada pengamanan yang memadai. Warga sekitar pun mengaku resah dan ikut memprihatinkan kondisi tersebut.
“Sangat memprihatinkan melihat anak-anak belajar di tempat yang terbuka seperti ini. Kami sebagai orang tua murid sangat berharap pemerintah segera mengalokasikan anggaran untuk pembangunan pagar demi keselamatan anak-anak kami,” ujar salah satu orang tua siswa. ( Liputan : Rimba )
