Anggota PPK Luwu Meninggal di Kamar Hotel di Makassar

0
289

MAKASSAR — Sabtu (16/12/2023) sekitar pukul 21.28 Wita, ditemukan seorang mayat laki-laki di sebuah kamar salah satu hotel di Jalan Andi Djemma, Kecamatan Rappocini, kota Makassar.

Dari informasi yang didapatkan fajar.co.id, mayat lelaki tersebut merupakan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) asal Luwu bernama Yusri Hafid (37).

Menurut keterangan kerabatnya bernama Kemal, korban baru saja mengikuti Bimbingan Teknik (Bimtek) persiapan pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024.

“Ada Bimtek, awalnya di hotel sebelah. Tapi pindah ke sini. Di sini, mulai simpang siur, kan biasanya itu dalam satu kamar itu dua orang. Ini dia sendiri,” ujar Kemal saat ditemui di lokasi.

Diceritakan Kemal, menurut informasi yang didapatkan dari teman korban, kegiatan Bimtek tersebut sejatinya telah selesai pada Sabtu siang pukul 12.00 Wita

“Informasi yang saya dapat dari temannya, dari PKPU yang ikut bimtek, dia sendiri, pada saat jam 12.00 Wita kan harusnya sudah cek out,” ucap dia.

Lanjutnya, karena kegiatan telah selesai pada Sabtu ini, maka rekan-rekan dari korban beberapa telah meninggalkan hotel lebih awal.

“Keluarlah semua temannya, ada yang lebih awal dll. Ini acara dari kemarin. Ini sudah selesai,” Kemal menuturkan.

Lebih lanjut kata Kemal, kerabat korban sempat ke hotel untuk melakukan pengecekan untuk mengetahui keberadaan korban.

Hanya saja, pihak resepsionis hotel memberikan informasi bahwa seluruh peserta telah melakukan cek out.

Tadi sore pukul 16.00 Wita, katanya resepsionis sudah cek out semua. Itu pihak hotel yang bilang. Baru kita dapat informasi (meninggal) sudah masuk magrib,” tukasnya.

Korban diketahui meninggal, kata Kemal, ketika pihak KPU dan hotel melakukan pengecekan ke kamar yang ditempati korban.

“Dari pihak hotel dan KPU datang, dia cek, meninggal. Kepolisian baru dihubungi baru naik (lagi) ke atas,” imbuhnya.

Kemal mengaku, pihak keluarga sudah merasa gelisah sejak pagi. Sudah merasakan sesuatu hal yang buruk akan terjadi.

“Keluarga dari pagi sudah gelisah memang. Tidak ada informasi masuk, saya telpon juga dari Sore tidak ada,” tandasnya.

Kemal menduga, korban meninggal karena memiliki riwayat penyakit yang dia idap selama ini.

“Bisa jadi ada riwayat penyakitnya ini almarhum,” kuncinya.

Menurut informasi, dari jadwal pihak hotel, korban mengikuti Bimtek sejak 16 Desember 2023 kemarin.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian yang berada di lokasi belum memberikan keterangan resmi. (fjr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here