Home Berita Utama GEMA LESTARI: Inovasi Lapas Palopo Ubah Limbah Blok Hunian Jadi Nilai Ekonomi...

GEMA LESTARI: Inovasi Lapas Palopo Ubah Limbah Blok Hunian Jadi Nilai Ekonomi dan Karakter

0

PALOPO — Sampah di dalam blok hunian Lapas Kelas IIA Palopo tak lagi identik dengan kesan kotor, bau, dan sumber ketidakdisiplinan. Di tangan Hartono, S.H., M.M., Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), tumpukan limbah tersebut justru disulap menjadi instrumen efektif untuk merombak mental serta karakter para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Gagasan ini dikemas dalam Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan IV Tahun 2026 bernama GEMA LESTARI (Gerakan Ekonomi Masyarakat Adaptif – Lapas Edukasi Skill Terampil Asuh Religius Integritas).

Program ini lahir di bawah arahan Kepala Lapas Palopo Jose Quelo, A.Md.I.P., S.H., M.H., bimbingan Kasi Binadik M. Al Baqir, A.Md.P., S.H., M.M., serta pengawasan Coach Widyaiswara PPSDM Regional Makassar Muhammad Irsyad Sayuti, S.STP., M.Si.

Sebelum inovasi ini bergulir, pemilahan sampah organik dan anorganik di sel hunian belum tertata, menurunkan higienitas, dan belum terintegrasi dengan nilai-nilai kerohanian. Pengawalan sampah pun terbilang berisiko karena petugas harus mengawal WBP sejauh 2 kilometer ke luar area steril.

“Kita tidak sedang sekadar membersihkan sampah, tapi kita sedang membentuk watak,” tegas Hartono.

Melalui pilar Asuh Religius Integritas, setiap WBP dilibatkan langsung sebagai Tim Santri GEMA LESTARI. Mereka bertindak sebagai aktor utama perubahan di dalam kamar sel.

Mekanisme dan Hasil Inovasi GEMA LESTARI

  • Buku Kendali Harian: Setiap aktivitas kebersihan kamar dicatat pada kartu kontrol khusus. Kedisiplinan ini dijadikan syarat substantif dalam Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) untuk pengurusan hak-hak WBP.

  • Pengolahan Sampah Organik: Bekerja sama dengan LSM Wanua Lestari dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Palopo, limbah organik diolah menjadi pakan pakan larva maggot untuk pakan ternak ayam serta pupuk kompos untuk pertanian internal Lapas.

  • Pengolahan Sampah Anorganik: Dalam jangka panjang, sampah plastik diolah menggunakan Mesin Pirolisis berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Hasilnya dikomersialkan melalui Koperasi GEMA LESTARI untuk menyumbang PNBP dan premi kerja WBP.

  • Penguatan Kerohanian: Lapas Palopo menjalin Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Agama Kota Palopo untuk pembinaan keagamaan Islam dan Kristen, memastikan gerakan kebersihan berlandaskan nilai kesadaran ibadah.

  • Efisiensi Keamanan: Pemilahan dan pengolahan limbah secara mandiri di dalam area Lapas berhasil menghentikan total sistem pengawalan manual sejauh 2 KM ke luar area steril, merealisasikan efisiensi SDM sekaligus menekan risiko gangguan keamanan.

Melalui perpaduan lingkungan asri, keterampilan produktif, dan penguatan karakter religius, Lapas Kelas IIA Palopo optimis program GEMA LESTARI dapat terinstitusionalisasi secara permanen dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) sebagai wujud pemasyarakatan yang adaptif dan humanis. (Rilis/Redaksi_Celebesnews)

Exit mobile version