BULUKUMBA — Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait belanja jasa rujukan pasien senilai Rp177.641.400,00 di RSUD Haji Andi Sultan Daeng Raja, Kabupaten Bulukumba tahun 2024, semakin memanas. Koalisi Aktivis Anti-Korupsi (CCW) mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan beserta Polda Sulsel untuk segera turun tangan dan mengusut tuntas dugaan penyimpangan tersebut.
Seperti telah diungkapkan, BPK menemukan bahwa pembayaran senilai Rp177.641.400,00 telah dicairkan, namun tidak didukung dengan bukti-bukti pertanggungjawaban belanja yang lengkap dan sah. Dokumen-dokumen penting seperti rincian pasien yang dirujuk, berita acara rujukan, hingga bukti pembayaran dinilai tidak lengkap — padahal dana tersebut sudah dicairkan pada tahun 2024 lalu.
Ketua umum lembaga antikorupsi Celebes COrruption Watch (CCW), Masryadi menegaskan, ketidaklengkapan bukti belanja atas pembayaran miliaran rupiah bukan sekadar masalah administrasi semata. “Ini adalah indikasi kuat adanya potensi kerugian keuangan negara. Tanpa bukti yang lengkap, tidak ada yang bisa menjamin bahwa uang Rp177 juta itu benar-benar digunakan untuk kepentingan pasien,” tegasnya pada, Sabtu (12/9/2026).
Pihaknya mendesak Kejati Sulsel dan Polda Sulsel untuk berkoordinasi dan segera membuka penyelidikan. Langkah yang dimaksud meliputi: menelusuri alur pencairan dana, memeriksa pihak-pihak yang terlibat mulai dari perencanaan, verifikasi, hingga persetujuan pembayaran, serta meminta penjelasan resmi dari jajaran direksi RSUD Bulukumba.
“Jangan sampai temuan ini hanya berhenti di atas kertas. Aparat penegak hukum harus memastikan, apakah ada unsur pemalsuan dokumen, rekayasa transaksi, atau kelalaian berat yang merugikan negara. Jika terbukti, jerat pidana harus dijatuhkan tanpa pandang bulu,” tegasnya.
CCW juga meminta agar dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan tersebut segera ditelusuri dan dimintakan pengembalian ke kas daerah. Publik berharap kasus ini ditangani secara serius, mengingat anggaran kesehatan adalah dana rakyat yang seharusnya dijaga dengan sebaik-baiknya.
Terpisah, Direktur RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja yang berusaha dikonfirmasi oleh Celebesnews melalui surat permintaan konfirmasi higga berita ini diturun tak memberikan tanggapan serta jawaban. ( Liputan Khusus: Redaksi Celebesnews )
