Penyaluran Dana CSR PT Semen Tonasa Dipertanyakan, LSM LIRA : Apa Sudah Tepat Sasaran, Perlu Diaudit !!!

0
146
FOTO : Zulkarnain, aktivis LSM LIRA

MAKASSAR — Aktivis LSM Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) menilai kebanyakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) baik dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diterima masyarakat hanya bersifat karitas (menyalurkan bantuan), tidak ada sustainbility (berkesinambungan)-nya. Perusahaan tidak pernah menggali lebih dalam, apa sebenarnya yang dibutuhan masyarakat.

“Kalau saya lihat, lebih banyak program CSR itu dijalankan perusahaan itu sendiri. Seharusnya supaya lebih profesional, ada lembaga independent yang mengelola itu. Jadi benar-benar dijalankan programnya dan sesuai kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah perusahaan itu berada. Secara umum seperti itu saya lihat,” ungkap Zulkarnain, Aktivis LSM LIRA kepada celebesnews.co.id pada, Rabu (9/8/2023).

Di Kabupaten Pangkep, salah satu yang turut dipertanyakan oleh LSM LIRA adalah penyaluran dana CSR PT Semen Tonasa apakah sudah tepat sasaran, dan kemana aliran dana CSR tersebut selama ini.

Lebih lanjut Zulkarnain menjelaskan pertanyaan tersebut diatas tidak menutup kemungkinan adanya dugaan unsur kedekatan antara pengelola dana CSR dan oknum-oknum yang mengajukan proposal. Sehingga penyalurannya terkesan seremoni. “Hal itu bisa saja terjadi, sehingga kenapa persoalan ini kemudian menarik perhatian kami dari LSM LIRA” sebutnya.

Sementara, itu berdasarkan UU 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas sudah jelas menyebut, kalau perusahaan wajib keluarkan dana CSR-nya. Siapa yang berhak menerima dana CSR, perusahaan swasta ataupun BUMN wajib menjelaskan ke publik. Jadi semua anggaran itu transparan penggunaannya. “Nggak boleh ada yang ditutup-tutupi siapa saja penerima dana hibah itu, dan pihak Direksi dan Manajemen PT Semen Tonasa diminta bisa membuka penerima dan pengelola dana CSR ini,” ketusnya.

Zulkarnain tidak menampik terkait dugaan keberadaan lembaga atau kelompok-kelompok penerima dana CSR yang boleh jadi memiliki kedekatan atau hubungan emosional dengan pihak dalam perusahaan sehingga ia menilai perusahaan BUMN kerap salah kaprah. “Salah kaprah yang dimaksud adalah, penyalur dana CSR selalu menunggu bola. Tidak ada inisiatif untuk mencari lokasi-lokasi yang tepat sebagai penerima dana. Akibatnya dana CSR menumpuk dan boleh jadi akan berujung pada dugaan penyalahgunaan anggaran,” pungkasnya.

Oleh karena itu, Zulkarnain berharap, penyaluran dan pengelolaan dana CSR PT Semen Tonasa ini agar menjadi atensi pihak atau lembaga terkait agar tidak salah sasaran. “Kami menilai anggaran dan penyaluran dana CSR PT Semen Tonasa ini perlu diaudit untuk memastikan tepat sasaran, transparan dan akuntabel,”tandasnya.

Terpisah, Humas PT Semen Tonasa berusaha dikonfirmasi oleh celebesnews terkait pengelolaan dan program CSR tersebut melalui pesan WhatsApp hingga berita diturunkan tidak memberikan tanggapan dan jawaban. (cn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here