Proyek Bendungan Pamukkulu, Takalar Rp 1,6 T Dikebut, Target Rampung Akhir 2023

0
485

JAKARTA — Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong percepatan penyelesaian proyek Bendungan Pamukkulu, Takalar, Sulawesi Selatan. Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir Desember 2023.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Bendungan Pamukkulu dibangun untuk meningkatkan suplai air bagi lahan pertanian di Provinsi Sulsel sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Bendungan bertipe Concrete Face Rockfill Dam (CFRD) ini memiliki daya tampung efektif 77 juta m3 dan dengan luas genangan 460 ha.

“Di Sulsel masih terdapat hamparan persawahan di atas 3.000 hektar yang sulit ditemui di daerah lain. Produktivitasnya kita tingkatkan dengan ketersediaan air dari bendungan,” kata Basuki dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (29/7/2023).

Usai melakukan peninjauan pembangunan Bendungan Pamukkulu secara langsung ke lokasi, Basuki berpesan kepada para pelaksana untuk selalu memperhatikan pelaksanaan pekerjaan dengan teliti dan hati-hati.

“Pekerjaannya sudah bagus. Mohon dipertahankan dan selalu diawasi. Kalau ada masalah, langsung laporkan supaya dapat segera ditangani. Desember 2023 harus sudah selesai,” ujarnya

Pembangunan Bendungan Pamukkulu dikerjakan menggunakan anggaran senilai Rp 1,6 triliun melalui 2 paket pekerjaan. Adapun pekerjaan Paket 1 berupa sandaran kanan dan kiri, pengeboran angkur plinth, dan quarry area. Pekerjaan ini dilaksanakan oleh PT Wijaya Karya (Persero)-PT Daya Mulia Turangga (KSO) dengan anggaran Rp 935,49 miliar.

Sedangkan untuk pekerjaan Paket 2, berupa terowongan inlet, outlet, invert terowongan, crown terowongan, spillway, plinth, intake, dan pemasangan SR dilaksanakan oleh PT Nindya Karya anggaran sebesar Rp 891,93 miliar. Adapun untuk konsultan supervisi dalam paket ini dilakukan oleh Indra Karya-Virama Karya-Bina Karya.

Kepala Balai BBWS Pompengan Jeneberang Djaya Sukarno mengatakan, bendungan ini diproyeksikan dapat melayani irigasi seluas 6.188 Ha dan meningkatkan Indeks Pertanian (IP) dari yang semula 183 % menjadi 250 %.

Selain itu, Bendungan Pamukkulu dipercaya dapat menghadirkan manfaat air baku dengan kapasitas 160 liter/ detik, potensi pembangkit listrik tenaga air 4,3 MW, dan juga pengendalian banjir di Kabupaten Takalar.

“Saat ini progresnya mencapai 68%. Kontraknya sampai Desember 2024, tetapi kami sedang upayakan percepatan penyelesaian dengan pola kerja 3 shift. Sehingga, harapannya selesai pada Desember 2023,” kata Djaya. (dtk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here